— JAKARTA – PT Swayasa Prakarsa Tbk (SWAP) bersiap untuk menggelar penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas maksimal 323 juta lembar saham, yang setara dengan 30,30% dari total modal ditempatkan.

Dalam penawaran awal yang akan berlangsung pada 24-27 Agustus 2026, perseroan menetapkan harga indikatif di rentang Rp 130 hingga Rp 140 per saham. Dengan demikian, total nilai penawaran umum ini diperkirakan mencapai Rp 45,22 miliar.

Sukadana Prima Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam proses IPO ini. Masa penawaran umum sendiri dijadwalkan pada 2-8 September 2026.

PT Swayasa Prakarsa didirikan pada 12 Januari 2012 dan memulai operasional komersialnya pada tahun 2014. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan utama menjadi motor komersialisasi hasil riset dari Universitas Gadjah Mada (UGM), sekaligus mendukung hilirisasi dan transformasi inovasi riset menjadi produk industri yang kompetitif.

Saat ini, kegiatan usaha utama perseroan berfokus pada industri manufaktur produk kesehatan yang berbasis riset. Universitas Gadjah Mada tercatat sebagai pemilik manfaat terakhir (ultimate beneficial owner) sekaligus pengendali dari perseroan.

Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini rencananya akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja sebesar Rp 15 miliar, belanja modal senilai Rp 12 miliar, serta untuk membayar utang sejumlah Rp 12 miliar.