DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Penguatan ini didorong oleh sentimen positif dari bursa Wall Street serta kenaikan harga mayoritas komoditas mineral logam yang turut menarik aksi beli investor asing.
Di sisi lain, adanya sejumlah saham yang dikeluarkan dari kategori Small Cap dan Micro Cap FTSE dalam pengumuman rebalancing September berpotensi menjadi katalis negatif bagi pergerakan indeks. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan rentang support di level 6.465-6.405 dan resist di 6.585-6.650.
Perdagangan pekan lalu ditutup dengan penguatan kompak di bursa Wall Street. Kenaikan ini ditopang oleh performa saham sektor kesehatan dan sektor keuangan, terutama yang terkait dengan mata uang kripto, seiring dengan lonjakan harga Bitcoin yang mencapai 22% dalam sepekan. Beberapa saham sektor kesehatan seperti Merck dan Johnson & Johnson membukukan penguatan dan menjadi penopang Dow Jones. Sementara itu, saham sektor keuangan yang berhubungan dengan mata uang kripto, seperti Robinhood dan Coinbase, mencatatkan kenaikan signifikan masing-masing 13,7% dan 8,2%.
Di pasar obligasi, imbal hasil untuk tenor panjang kembali mencatat kenaikan meskipun pemerintah Amerika Serikat telah melipatgandakan operasi pembelian obligasi jangka panjang. Imbal hasil obligasi dengan tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,734%, dan untuk tenor 30 tahun juga naik 3 basis poin menjadi 5,273%.
Berdasarkan analisis tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk perdagangan Senin, 24 Agustus 2026, yaitu BBRI, BBNI, ANTM, TINS, MDKA, dan HRUM yang dinilai memiliki potensi keuntungan.
Ikuti DailyFX.ID
