— Saham PT Indosat Tbk (ISAT) menunjukkan kinerja impresif pada sesi I perdagangan Rabu (12/8/2026). Sekitar pukul 10.55 WIB, saham ISAT diperdagangkan di level Rp 2.520, melonjak 17,21%. Puncak kenaikan bahkan sempat menyentuh Rp 2.570, menandai level tertinggi saham ini dalam tiga bulan terakhir dan mendekati rekor tertingginya dalam setahun di Rp 2.600.

Perdagangan saham ISAT tercatat aktif dengan 84,01 juta saham berpindah tangan melalui 18.224 frekuensi transaksi, menghasilkan nilai total Rp 203,2 miliar. Kenaikan ini melanjutkan tren positif, mengingat pada perdagangan Selasa (11/8/2026), saham ISAT juga telah menguat 2,38% dengan aksi beli bersih asing senilai Rp 8,95 miliar.

Performa solid ini didukung oleh hasil keuangan semester I tahun buku 2026 yang dirilis PT Indosat Tbk. Pendapatan konsolidasian tercatat meningkat 13,1% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 30,65 triliun. EBITDA juga mengalami pertumbuhan 13,6% yoy menjadi Rp14,60 triliun, menghasilkan margin EBITDA yang sehat sebesar 47,6%.

Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak signifikan sebesar 84,5% yoy, mencapai Rp 4,3 triliun. Manajemen ISAT menyatakan bahwa pencapaian ini menegaskan kekuatan model bisnis perseroan yang skalabel, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kemampuan menghasilkan imbal hasil menarik.

“Pada semester I-2026, ARPU Seluler Gabungan tumbuh 17,3% menjadi Rp 46 ribu, sementara basis pelanggan seluler berada di angka 93 juta, yang mencerminkan fundamental bisnis inti Indosat yang tetap sehat dan berkualitas,” demikian disampaikan manajemen dalam keterangan resmi pada Selasa (28/7/2026).

Untuk mendukung pertumbuhan ini, perseroan terus memperluas infrastruktur jaringannya. Jumlah menara BTS 4G ditingkatkan menjadi 214 ribu unit guna mengakomodasi peningkatan trafik data dan memastikan pengalaman pengguna yang optimal. Trafik data pada semester I-2026 dilaporkan meningkat sebesar 19,9% yoy.