— JAKARTA – Saham PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (SLIS) terpantau mengalami lonjakan pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (16/9/2026). Perusahaan ini dikenal sebagai produsen kendaraan listrik merek Selis di Indonesia melalui anak usahanya, PT Juara Bike.

Sekitar pukul 10.48 WIB, saham SLIS tercatat melonjak 19,51% ke level Rp 98. Nilai transaksi saham SLIS pada momen tersebut mencapai Rp 43,57 miliar dengan total 452,64 juta saham ditransaksikan. Angka ini jauh melampaui volume transaksi pada Selasa (15/9/2026) yang hanya 14,12 juta saham dengan nilai transaksi Rp 1,16 miliar.

Meskipun sahamnya melambung, laporan keuangan perseroan selama semester I-2026 menunjukkan gambaran yang berbeda terkait performa penjualan. Gaya Abadi Sempurna berhasil meraup omzet sebesar Rp 91,26 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 84,07 miliar. Namun, peningkatan omzet ini ternyata ditopang oleh penjualan komponen listrik yang melonjak menjadi Rp 58,29 miliar dari sebelumnya Rp 37,40 miliar.

Di sisi lain, penjualan sepeda listrik justru mengalami penurunan yang cukup signifikan. Penjualan sepeda listrik pada semester I-2026 tercatat sebesar Rp 32,97 miliar, turun dari angka Rp 46,67 miliar pada semester I-2025. Berdasarkan informasi di situs web perseroan, produk lain yang ditawarkan selain kendaraan listrik adalah kipas angin dan lampu dengan merek Juara.

Mengacu pada prospektus IPO SLIS, kegiatan usaha perusahaan mencakup perdagangan komponen elektronik yang mencapai sekitar 1.000 jenis komponen. Komponen-komponen ini digunakan dalam pembuatan berbagai produk seperti kipas angin, dispenser, penanak nasi (rice cooker dan rice box), blender, antena, kursi roda lipat, bola lampu, komponen sepeda listrik, hingga aksesoris sepeda. Seluruh komponen tersebut merupakan barang impor 100% dari Tiongkok.

Dalam enam bulan pertama tahun ini, PT Gaya Abadi Sempurna mencatatkan rugi bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 9,52 miliar. Angka ini lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2025, di mana perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp 12,11 miliar.