DailyFX.ID — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif pada perdagangan sesi pertama Rabu (16/9/2026), bergerak menguat seiring dengan perhatian pasar terhadap arah kebijakan Menteri Keuangan (Menkeu) yang baru. Selain itu, pelaku pasar juga menanti keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed.
Pada sesi awal perdagangan, IHSG tercatat naik 22,94 poin atau 0,36% ke level 6.484. Penguatan ini sejalan dengan tren positif yang juga terlihat di sejumlah bursa saham regional Asia.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan bahwa pasar domestik kini fokus mencermati langkah-langkah fiskal yang akan diambil oleh Menkeu baru. Perhatian utama tertuju pada aspek kredibilitas dan disiplin dalam pengelolaan anggaran. “Pasar berharap pergantian Menteri ini dapat menjaga kontinuitas serta disiplin fiskal yang telah ada,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (16/9/2026).
Lebih lanjut, Pilarmas menambahkan bahwa pergantian pucuk pimpinan di Kementerian Keuangan diharapkan membawa perubahan positif dalam penerapan disiplin fiskal dan komunikasi kebijakan pemerintah. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat kepercayaan investor internasional dan lembaga pemeringkat kredit terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
Salah satu aspek kunci yang diawasi adalah komitmen pemerintah dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar tetap berada dalam batas aman, yaitu 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ekspektasi terhadap kesinambungan dan kredibilitas kebijakan fiskal menjadi salah satu sentimen domestik yang menopang pergerakan positif IHSG.
Dari sisi eksternal, Pilarmas menyebutkan bahwa pelaku pasar masih menantikan hasil dari pertemuan kebijakan moneter The Fed. Konsensus pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Harga Minyak dan Saham Pilihan
Selain keputusan The Fed, pergerakan harga minyak dunia juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan. Harga minyak mengalami koreksi setelah data persediaan minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan meningkat melebihi perkiraan.
Peningkatan stok minyak mentah tersebut berhasil menahan laju reli harga minyak dan memberikan sedikit bantalan di tengah kekhawatiran global mengenai potensi gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah. Meskipun demikian, risiko terhadap pasokan minyak global tetap membayangi pasar.
Pada sesi pertama perdagangan, beberapa saham yang mencatat kenaikan terbesar meliputi UANG, TIFA, KOPI, DPUM, dan RONY. Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan terbesar adalah SAPX, DEFI, CSMI, APIC, dan WINR.
Untuk rekomendasi saham pilihan, Pilarmas menyarankan investor untuk melakukan aksi beli (buy) pada saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Level support yang ditetapkan adalah 3.070, dengan level resistance di angka 3.500.
Ikuti DailyFX.ID
