— JAKARTA – Samuel Sekuritas Indonesia menyoroti saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebagai pilihan utama di antara saham bank berkapitalisasi besar. Meskipun proyeksi normalisasi laba diperkirakan terjadi pada semester II-2026, sekuritas ini memberikan rekomendasi beli dengan target harga saham yang menarik.

Menurut analisis Samuel Sekuritas, margin bunga bersih (net interest margin/NIM) Bank Mandiri diprediksi mencapai titik terendah pada kuartal III-2026, sebelum menunjukkan tren stabil pada kuartal IV-2026. Tekanan pada profitabilitas ini dinilai telah tercermin dalam valuasi saham BMRI yang saat ini berada pada level rendah.

“BMRI diperdagangkan pada proyeksi rasio price to book value (P/BV) 2026 sebesar 1,2 kali, setara dengan posisi terendah pada 2015–2016,” ungkap Samuel Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (11/8/2026). Namun, kondisi kualitas aset BMRI saat ini dinilai jauh berbeda dibandingkan periode tersebut. Tingkat kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tercatat hanya 0,3%, berbanding terbalik dengan 4% pada 2015-2016.

Samuel Sekuritas juga melihat potensi pertumbuhan laba Bank Mandiri yang akan didorong oleh pendapatan berbasis komisi. Pendapatan komisi berulang tercatat meningkat 24% secara tahunan (year-on-year/yoy), seiring dengan pertumbuhan pengguna Livin’ yang telah mencapai 40,9 juta.

Selain itu, imbal hasil (yield) dividen BMRI yang diperkirakan sekitar 9% menjadi kompensasi menarik bagi investor sembari menunggu pemulihan kinerja bank. Oleh karena itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BMRI dengan target harga Rp 5.800, yang didasarkan pada valuasi P/B sebesar 1,7 kali untuk proyeksi 2026.

Pada kuartal II-2026, Bank Mandiri berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 15 triliun. Angka ini mengalami penurunan 2,3% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq), namun melonjak 33,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif, laba bersih BMRI pada semester I-2026 mencapai Rp 30,4 triliun, meningkat 24,4% yoy. Realisasi ini sesuai dengan ekspektasi, mencapai 52,4% dari estimasi Samuel Sekuritas untuk 2026 dan 53% dari konsensus pasar.

Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas juga memberikan rekomendasi beli untuk saham Bank Mandiri (BMRI) dengan target harga yang lebih tinggi, yaitu Rp 6.200. Target harga ini dihitung berdasarkan pendekatan inverse cost of equity (inverse CoE) lima tahun sebesar 11,6%, dengan asumsi pertumbuhan jangka panjang (long-term growth/LTG) sebesar 3%. Target tersebut mencerminkan rasio harga terhadap nilai buku pada nilai wajar (fair value price to book value/FV PBV) sebesar 1,8 kali.