DailyFX.ID — Investasi hijau (green investment) kini merambah lebih luas, tidak hanya terbatas pada proyek energi terbarukan, kendaraan listrik, atau teknologi rendah emisi. Di balik pesatnya pertumbuhan ekonomi hijau, terdapat sektor bisnis krusial yang memastikan produk dan proses usaha memenuhi standar keberlanjutan, sekaligus membangun kepercayaan pasar.
Investor dan pengusaha nasional Sandiaga Salahuddin Uno menggarisbawahi bahwa perkembangan ini menciptakan peluang signifikan bagi perusahaan yang bergerak di bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance. Salah satu contohnya adalah PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU).
“Green investment bukan semata-mata tentang membangun energi terbarukan. Yang tidak kalah penting adalah membangun sistem yang memastikan praktik keberlanjutan benar-benar diterapkan. Perusahaan seperti MUTU memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan tersebut,” ujar Sandiaga dalam keterangan persnya, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Sandiaga, standar keberlanjutan semakin menjadi elemen integral dalam aktivitas bisnis global. Persyaratan terkait lingkungan, keamanan pangan, sertifikasi halal, tata kelola perusahaan yang baik, hingga upaya pengurangan emisi kini menjadi perhatian utama dalam perdagangan dan investasi internasional.
Fenomena ini secara otomatis meningkatkan kebutuhan akan lembaga independen yang memiliki kapabilitas untuk memberikan sertifikasi, inspeksi, pengujian, verifikasi, dan assurance secara profesional.
Sandiaga menjelaskan, MUTU memegang posisi strategis dengan membantu para pelaku usaha dalam memastikan produk dan proses bisnis mereka sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Layanan yang diberikan perusahaan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produk, kepatuhan terhadap regulasi, penguatan tata kelola perusahaan, serta perluasan akses ke pasar internasional.
MUTU juga aktif mengembangkan layanannya di berbagai sektor, termasuk sertifikasi halal, keamanan pangan, pasar karbon, serta penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Keberlanjutan membutuhkan institusi yang kredibel. Ketika perusahaan mampu memenuhi standar yang diakui secara internasional, kepercayaan pasar akan meningkat. Pada akhirnya, hal tersebut juga akan memperkuat daya saing Indonesia di pasar global,” tegas Sandiaga.
Ia menambahkan, para investor kini tidak hanya memandang proyek energi hijau sebagai peluang investasi semata, tetapi juga menaruh perhatian pada perusahaan yang menyediakan sistem dan layanan pendukung untuk memastikan prinsip-prinsip keberlanjutan benar-benar terimplementasi dalam operasional bisnis.
Sandiaga menyimpulkan, perusahaan yang menjadi bagian dari ekosistem keberlanjutan memiliki prospek jangka panjang yang cerah, seiring dengan meningkatnya penerapan standar lingkungan dan tata kelola yang baik di berbagai negara di dunia.
Ikuti DailyFX.ID
