— JAKARTA – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) menghadapi tantangan berat yang berujung pada pemangkasan target pendapatan tahun ini. Manajemen SIDO merevisi proyeksi pendapatan yang sebelumnya diperkirakan stagnan, kini ditargetkan terkontraksi hingga 10% secara tahunan (year on year/yoy).

Revisi target ini disampaikan manajemen Sido Muncul dalam sebuah sesi earnings call pada 7 Agustus 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah perseroan mencatat penurunan pendapatan sebesar 20% yoy pada semester I-2026. Kondisi ini disebabkan oleh kebijakan perusahaan dalam menahan pengiriman produk kepada distributor selama proses normalisasi inventori.

Meskipun target pendapatan dipangkas, manajemen SIDO belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai panduan laba bersih 2026. Sebelumnya, laba bersih perusahaan ditargetkan stagnan sepanjang tahun ini.

Menurut catatan Stockbit Group, penurunan pendapatan pada paruh pertama 2026 utamanya dipicu oleh lemahnya aktivitas sell-in atau penjualan perusahaan kepada distributor. Hal ini merupakan konsekuensi dari pembatasan pengiriman barang oleh SIDO.

Manajemen SIDO menegaskan bahwa kontraksi pendapatan ini tidak mencerminkan pelemahan underlying demand atau permintaan dasar terhadap produk SIDO. Hal ini terindikasi dari performa sell-out atau penjualan produk dari jaringan distribusi kepada pasar yang tercatat stagnan selama semester I-2026. Bahkan, sell-out pada kuartal II-2026 menunjukkan peningkatan 8% secara tahunan.

Dengan demikian, tekanan terhadap pendapatan pada semester pertama lebih banyak disebabkan oleh perbedaan laju pengiriman barang kepada distributor dengan penjualan produk dari jaringan distribusi kepada konsumen.

Di tengah revisi target pendapatan ini, proses normalisasi inventori SIDO dilaporkan telah rampung pada Mei 2026. Persediaan di tingkat distributor kini telah kembali ke batas bawah kisaran normal, yaitu antara 19-25 hari. Sementara itu, tingkat inventori di tingkat toko berada pada posisi 14 hari.

Rampungnya proses normalisasi inventori ini menjadi faktor penting yang diharapkan dapat mendorong perkembangan penjualan SIDO pada semester II-2026. Manajemen Sido Muncul memperkirakan aktivitas sell-in pada kuartal III-2026 akan kembali bergerak sejalan dengan sell-out. Dengan kondisi inventori yang telah normal, pengiriman kepada distributor diharapkan tidak lagi menghadapi tekanan seperti pada semester pertama.

Stockbit juga mencatat bahwa manajemen SIDO melaporkan adanya peningkatan aktivitas sell-in pada Juli 2026, baik secara bulanan maupun tahunan. Perbaikan ini menjadi perkembangan positif bagi SIDO setelah perseroan harus memangkas panduan pendapatan tahunan. Kendati demikian, berdasarkan panduan terbaru manajemen, pendapatan sepanjang tahun 2026 tetap diperkirakan mengalami penurunan 10% secara tahunan.