DailyFX.ID — Siklus empat tahunan Bitcoin (BTC) selalu menjadi sorotan utama para investor untuk memprediksi pergerakan pasar di masa depan. Pola historis ini biasanya terdiri dari tiga tahun kenaikan harga (bull market) yang diikuti oleh satu tahun penurunan (bear market).
Sejak Bitcoin pertama kali diperdagangkan secara luas pada 2011, siklus ini telah berulang sebanyak empat kali. Namun, analisis terbaru dari Galaxy Research mengindikasikan adanya perbedaan pada siklus kelima ini dibandingkan sebelumnya. Jika pada masa lalu siklus sangat dipengaruhi oleh peristiwa halving—pemotongan imbalan blok penambang setiap empat tahun untuk mengontrol pasokan—kini pengaruh tersebut dikabarkan mulai melemah.
Potensi Perubahan Pola Siklus Bitcoin
Perbandingan siklus sebelumnya menunjukkan pola yang konsisten. Pada siklus pertama (2011-2015), puncak bull market mencapai US$ 1.100 di 2013, dengan titik terendah bear market di US$ 176 pada 2015. Siklus ketiga (2017-2021) mencatat puncak bull market di US$ 69.000 pada 2021, dan titik terendah bear market di US$ 15.500 pada 2023.
Secara rata-rata, bull market berlangsung selama 141 minggu (sekitar 2,7 tahun), sementara bear market memakan waktu 55 minggu (sekitar 1 tahun). Namun, pada siklus keempat, analisis mencatat titik terendah berada di US$ 57.800 per Juli 2026. Jika pola ini berlanjut tanpa perubahan, durasi bear market kali ini hanya akan berlangsung selama 38 minggu.
Perubahan durasi bear market ini bisa menjadi sinyal dua arah. Apakah ini menandakan perubahan pola siklus yang membuat bear market berakhir lebih cepat, ataukah ini hanya titik terendah sementara sebelum harga kembali turun mendekati atau bahkan melewati rata-rata 55 minggu? Jawaban pasti belum dapat ditentukan, karena Galaxy Research masih membuka kemungkinan titik terendah bear market baru akan tercapai pada akhir 2026.
Hal yang Perlu Diperhatikan Investor
Meskipun catatan historis menjadi acuan penting, investor perlu menyadari bahwa pola siklus masa lalu bukanlah jaminan mutlak untuk masa depan. Beberapa hal tak terduga dapat terjadi.
Galaxy Research mengamati bahwa pengaruh halving pada siklus sebelumnya mungkin tidak akan sekuat pada siklus kelima ini. Selain itu, investor juga perlu mewaspadai volatilitas harga yang tinggi di kedua arah. Rentang harga antar siklus telah menunjukkan peningkatan signifikan, dari US$ 2 pada siklus pertama (2011) hingga US$ 126.200 pada 2025.
Menambah aset investasi di tengah volatilitas tinggi saat bear market berpotensi menurunkan rata-rata harga pembelian. Hal ini juga berisiko memperbesar kerugian jika harga terus mengalami penurunan.
Ikuti DailyFX.ID
