— JAKARTA – Dana masyarakat yang berhasil dihimpun oleh Tabungan Simpeda di Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia terus menunjukkan tren positif, dengan total saldo yang kini mencapai Rp75 triliun. Angka ini mencerminkan tidak hanya kemampuan BPD dalam menghimpun dana pihak ketiga, tetapi juga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap bank-bank daerah.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus Haryoto Widodo menyatakan, besarnya saldo Simpeda merupakan bukti kepercayaan masyarakat. “Saldo Tabungan Simpeda secara nasional sudah mencapai Rp75 triliun, angka yang luar biasa. Tetapi bagi kami yang jauh lebih penting adalah kepercayaan masyarakat yang ada di belakangnya sebagai penabung Simpeda,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Agus menjelaskan bahwa dana yang dihimpun melalui Simpeda tidak hanya tersimpan, melainkan dikelola dan disalurkan kembali untuk pembiayaan masyarakat. “Uang yang Bapak dan Ibu tabungkan tidak diam. Dana tersebut dikelola dengan hati-hati dan kemudian disalurkan kembali menjadi pembiayaan kepada masyarakat, kepada UMKM, dunia usaha, dan menggerakkan ekonomi,” imbuhnya.

Besarnya dana Simpeda ini menjadi salah satu sumber pendanaan krusial bagi BPD dalam menjalankan fungsi intermediasi. Dana tersebut berperan penting dalam mendukung pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta berbagai kegiatan ekonomi di daerah.

Menatap ke depan, Agus mengakui tantangan BPD tidak hanya sebatas meningkatkan penghimpunan dana, tetapi juga memastikan produk tabungan tetap relevan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang dinamis.

BPD Perkuat Layanan Digital Simpeda

Untuk menjawab tantangan tersebut, Agus mendorong 27 BPD di Indonesia untuk terus memperkuat layanan digital pada produk Simpeda. Penguatan ini mencakup transaksi pembayaran, belanja, transfer, serta perluasan jaringan merchant dan ekosistem pembayaran digital.

“Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, untuk membayar, untuk belanja, untuk transfer, dan untuk transaksi digital,” kata Agus. Menurutnya, digitalisasi sangat penting untuk memperluas penggunaan produk BPD, terutama mengingat preferensi nasabah yang semakin mengandalkan layanan perbankan digital.

Agus menekankan pentingnya Simpeda untuk tetap modern, digital, dan mudah digunakan, namun tidak boleh kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ia juga menambahkan bahwa penguatan layanan digital harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan dan kepercayaan nasabah. “Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan, dan pelayanan yang semakin baik,” tuturnya.

Pengungkapan saldo Simpeda ini disampaikan dalam rangkaian Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Tahun XXXVII-2026, yang menawarkan total hadiah Rp3 miliar. Acara ini diselenggarakan oleh Asbanda bersama Bank Bengkulu sebagai tuan rumah, dengan tema “Bumi Merah Putih Menyatukan Negeri”.

Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengumumkan hadiah pertama sebesar Rp500 juta dan empat hadiah kedua masing-masing Rp100 juta. Hadiah utama dimenangkan oleh nasabah dari Bank Kalbar, sementara hadiah kedua diraih nasabah dari Bank Kalsel, Bank Jakarta, Bank BPD DIY, dan Bank Bengkulu sendiri.

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) juga mengumumkan Bank Kalsel sebagai tuan rumah Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda berikutnya yang rencananya akan digelar di Kalimantan Selatan pada April 2027. Dalam rangkaian acara tersebut, diserahkan pula bantuan senilai Rp50 juta untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).