— JAKARTA – Tabungan Simpeda berhasil mencatatkan saldo sebesar Rp74,86 triliun per Juni 2026. Produk tabungan yang dikelola bersama oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia ini terus didorong untuk bertransformasi menjadi tabungan digital yang transaksional dan relevan dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H Widodo menyampaikan, pencapaian saldo Simpeda bukan hanya mencerminkan besarnya dana yang dihimpun oleh BPD, tetapi yang terpenting adalah menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia. “Dana saldo mencapai Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah,” jelas Agus dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Agus mengakui, tantangan ke depan bagi Simpeda bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo. Aspek terpenting adalah membuat Simpeda semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Untuk itu, Asbanda mendorong BPD untuk terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda. Perluasan pemanfaatan untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan berbagai layanan finansial lainnya juga menjadi fokus. “Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda makin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat— makin modern, makin digital dan makin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah,” kata Agus.

Transformasi ini diharapkan dapat memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD dalam mendukung fungsi intermediasi di daerah. Jaringan yang kuat dari 27 BPD di seluruh Indonesia menjadi diferensiasi yang perlu terus diperkuat. Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan, dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas, yakni Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika makin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar,” ujar Agus.

Asbanda akan terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan. Tujuannya agar Simpeda makin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Pada kesempatan Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu, sekitar 30 ribu masyarakat memadati rangkaian acara. Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM, dan berbagai layanan lokal lainnya.

Agus menambahkan, hal ini mencerminkan filosofi BPD yang ingin terus dibangun, yaitu setiap kehadiran BPD harus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakatnya. “BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun jauh melampaui program hadiah. “Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang makin baik,” tegas Agus.

Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. “Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia,” jelas Agus.