DailyFX.ID — Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sepakat untuk membentuk sebuah kelompok kerja tingkat teknis atau Working Level Group. Kelompok ini akan secara spesifik membahas kerja sama di sektor komunikasi dan digital.
Pembahasan dalam kelompok kerja tersebut akan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), transfer teknologi, hingga bagaimana ekosistem industri dari kedua negara dapat saling terlibat.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari forum Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) Indonesia dan RRT yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.
“Antara sektoral sendiri tadi sudah dibicarakan akan ada istilahnya Working Level Group,” ujar Angga usai menghadiri CSD Indonesia dan RRT, seperti dikutip Minggu (23/8/2026).
Menurut Angga, kelompok kerja ini akan menjadi wadah pertemuan antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dengan para mitranya di RRT. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kerja sama ini juga akan melibatkan ekosistem industri dari kedua negara, sehingga agenda kerja sama dapat menjadi lebih konkret.
“Misalkan di Komdigi, counterpart kita dari RRT juga akan melibatkan ekosistem industri mereka ke kita,” jelas Angga.
Adapun agenda kerja sama yang telah dibahas mencakup pengembangan AI di Indonesia dan transfer teknologi. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kedua negara untuk membangun kerja sama teknologi yang saling menguntungkan. Selain AI, Indonesia dan RRT juga menjajaki potensi kerja sama terkait mineral kritis.
Angga menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis yang berpotensi diolah menjadi bahan baku penting untuk mendukung pengembangan microchip dan semikonduktor.
“Banyak sekali sektor Komdigi yang tadi dibahas, kemungkinan kerja sama ke depan seperti transfer of technology, bagaimana pengembangan AI di Indonesia,” tutur Angga.
Diskusi ini menyoroti bahwa potensi kerja sama digital antara Indonesia dan RRT sangat luas, mencakup seluruh rantai teknologi, mulai dari pengembangan AI hingga pemenuhan kebutuhan material untuk industri semikonduktor.
Dalam forum CSD tersebut, Angga juga menyampaikan posisi Indonesia terkait tata kelola AI global. Ia menyatakan bahwa Indonesia telah bergabung dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), sebuah organisasi kerja sama AI yang berpusat di Shanghai dan berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keterlibatan ini memberikan Indonesia peran penting dalam pembentukan tata kelola AI dunia.
“Artinya apa? Indonesia punya peran penting ke depan untuk juga ikut turut andil dalam tata kelola AI di dunia,” tegasnya.
Indonesia juga mengedepankan prinsip bahwa pengembangan AI harus senantiasa memberikan manfaat bagi kemanusiaan. Teknologi ini perlu dikembangkan demi kebaikan bersama dan untuk menciptakan kerja sama antarnegara.
“Kita juga mengedepankan bahwa AI itu untuk kebaikan, untuk humanity,” ujarnya.
Angga melanjutkan, setelah pembentukan Working Level Group, pembahasan sektoral akan berlanjut dalam pertemuan berikutnya. Pemerintah RRT dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan tersebut pada awal tahun 2027.
“Pertemuan berikutnya mungkin akan dilaksanakan di awal tahun depan di RRT yang akan menjadi tuan rumahnya,” ucap Angga.
Ikuti DailyFX.ID
