DailyFX.ID — JAKARTA – Harga gula di India dilaporkan mengalami lonjakan signifikan, menembus rekor tertinggi setelah naik lebih dari 40% dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Namun, para pelaku industri menduga bahwa kenaikan drastis ini lebih banyak dipicu oleh aktivitas pembelian spekulatif ketimbang indikasi kekurangan pasokan yang nyata di pasar.
Niraj Shirgaokar, Presiden Indian Sugar Mills Association (ISMA), menyatakan bahwa stok gula yang tersedia di India saat ini masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ia juga meyakinkan bahwa pasokan akan aman untuk menghadapi peningkatan konsumsi yang biasa terjadi selama musim festival mendatang.
“Stok dan pasokan gula berada pada tingkat yang sangat memadai, dan tidak akan ada masalah dalam memenuhi kenaikan permintaan selama musim festival,” ujar Shirgaokar, mengutip laporan Reuters pada Senin (24/08/2026).
Periode antara Agustus hingga November di India memang dikenal sebagai masa di mana permintaan gula cenderung meningkat. Hal ini berkaitan erat dengan perayaan berbagai festival besar seperti Ganesh Chaturthi, Dussehra, dan Diwali, yang seringkali disertai dengan peningkatan konsumsi makanan manis serta produk-produk olahan yang menggunakan gula.
Menurut Shirgaokar, kekhawatiran mengenai potensi kelangkaan pasokan tampaknya lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas pembelian yang bersifat spekulatif. Situasi inilah yang kemudian turut mendorong kenaikan harga di pasar domestik.
Menyikapi lonjakan harga ini, pemerintah India telah mengambil beberapa langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan pasokan. Salah satunya adalah dengan mengizinkan impor gula mentah sebanyak 1 juta metrik ton secara bebas bea. Kebijakan impor ini merupakan yang pertama kali dilakukan dalam skala tersebut dalam hampir satu dekade terakhir.
Perkiraan produksi gula India untuk tahun pemasaran yang berakhir pada 30 September 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 27,9 juta ton. Angka ini sedikit di bawah estimasi konsumsi tahunan yang berkisar antara 28 juta hingga 28,5 juta ton. Meskipun demikian, angka produksi tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai sekitar 26,1 juta ton.
Di sisi lain, terdapat alokasi sekitar 3 juta ton gula yang dialihkan untuk keperluan produksi etanol. Selain itu, India juga telah melakukan ekspor gula sekitar 800.000 ton sepanjang tahun ini, angka yang masih berada di bawah kuota ekspor yang ditetapkan pemerintah sebesar 2 juta ton.
India diperkirakan akan memasuki tahun pemasaran berikutnya dengan stok awal sekitar 3,5 juta ton. Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan stok awal tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 5 juta ton. Perkembangan ini menjadi perhatian penting mengingat India merupakan konsumen gula terbesar di dunia. Oleh karena itu, setiap perubahan dalam produksi, konsumsi, ekspor, maupun kebijakan impor negara tersebut berpotensi besar memengaruhi pergerakan pasar gula, baik di tingkat domestik maupun global.
Ikuti DailyFX.ID
