— Pemerintah menargetkan program Sekolah Rakyat dapat menampung sedikitnya 150.000 anak pada tahun 2027. Target ini akan tercapai apabila seluruh bangunan fasilitas Sekolah Rakyat di seluruh kota dan kabupaten selesai dibangun.

Saat ini, tercatat baru ada 165 bangunan Sekolah Rakyat yang mampu menampung hingga 43.000 siswa. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, optimis target tersebut dapat terealisasi. “Tahun depan sesuai arahan Bapak Presiden kalau gedungnya jadi udah lebih dari 150.000 siswa Sekolah Rakyat dan akan nambah lebih banyak lagi setiap tahunnya,” ujar Gus Ipul saat peresmian Sekolah Rakyat Rintisan di Kawasan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026).

Setiap unit Sekolah Rakyat diproyeksikan mampu menampung sekitar 2.000 peserta didik. Untuk mempercepat pencapaian target, Kementerian Sosial akan memperbanyak unit Sekolah Rakyat Rintisan. Fokus utamanya adalah menjangkau anak-anak jalanan yang putus sekolah.

Namun, implementasi program ini menghadapi kendala. Gus Ipul mengungkapkan bahwa para pendamping mengalami kesulitan dalam menggalang minat anak-anak jalanan agar mau bergabung dalam program tersebut. “Para pendamping-pendamping kami harus memerlukan waktu 24 jam ya mencari tempat mereka sedang berada di mana itu. Nah, inilah hal yang mendapat atensi secara khusus dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti di setiap daerah nanti,” ungkapnya.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menambahkan bahwa pada tahun 2026, terdapat 100 bangunan baru untuk Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah. “Tahun ini ada 100 bangunan baru yang lebih besar, lebih layak, dan lebih memadai,” kata Teddy.

Teddy menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk menekan angka putus sekolah, terutama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. “Kita menyadari banyak anak yang tidak sekolah, anak yang masih di jalan, nah itu lah yang diinginkan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Jadi secepat mungkin mereka-mereka yang belum memiliki pendidikan yang layak, segera disekolahkan, mendapat ilmu, segera diberi penginapan, makan, kesehatan, dan ilmu yang baik, dan perlengkapan yang baik di sekolah,” tegas Teddy.