DailyFX.ID — JAKARTA – Keterbatasan akses pada ruang ekonomi menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas untuk dapat berpartisipasi, terutama dalam dunia investasi. Kondisi ini mendorong Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk berkolaborasi dengan Institusi Disabilitas Indonesia (INDISI) dalam program “Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas”.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sekitar 0,63% generasi Z berusia 16-30 tahun yang menyandang disabilitas tipe 3, dan 1,66% menyandang disabilitas tipe 1. Kesenjangan akses ekonomi antara penyandang disabilitas dan non disabilitas juga tercatat tinggi.
Berdasarkan data Susenas yang dikutip dalam Pedoman Akses Pelayanan Keuangan untuk Disabilitas Berdaya (Pedoman SETARA) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2023, hanya 24,3% penyandang disabilitas usia 15 tahun ke atas yang memiliki rekening bank. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan 47,0% non disabilitas pada kelompok usia yang sama.
Keterbatasan ini seringkali menimbulkan keraguan bahkan ketakutan bagi penyandang disabilitas, khususnya generasi muda, untuk memulai investasi. Mereka kerap merasa tertekan sebelum mencoba.
Menanggapi hal tersebut, BEI berencana menggelar program “Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas” yang akan melibatkan sekitar 210 siswa penyandang disabilitas dari tujuh Sekolah Luar Biasa (SLB) di Jakarta. Program ini diumumkan di Ruang Rapat Lantai 6 Kementerian Sosial RI, Jakarta, pada Kamis (3/9/2026).
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya akses dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk belajar, bekerja, mengembangkan kemampuan, serta berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. “Kalau pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan filantropi bisa duduk bersama, saya yakin ruang kesempatan bagi penyandang disabilitas akan semakin besar. Yang kita bangun bukan sekadar program, tetapi kemandirian dan harapan,” ujar Agus.
Program “Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas” secara resmi diselenggarakan pada Senin (29/9/2026) di Main Hall Gedung BEI, Jakarta. Acara ini merupakan upaya nyata dalam mendorong inklusi keuangan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengenalan pasar modal.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono, Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk sekaligus Staf Khusus KSP RI Bayu Priawan Djokosoetono, Penggiat Disabilitas dan Ketua Bidang Kemitraan Dekranas Tina Astari, Direksi BEI Jeffrey Hendrik dan Umi Kulsum, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Eka Prastama Widiyananta, serta Ketua Harian INDISI Citragama (Memes) Prameswari.
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyoroti pentingnya partisipasi industri dalam menyediakan akses inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat demi kemajuan pasar modal, di luar aspek pertumbuhan dan likuiditas. Ia menambahkan bahwa inklusi tidak hanya terbatas pada akses pasar modal, tetapi juga mencakup pembukaan akses terhadap pengetahuan, kesempatan kerja, dan kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, penyandang disabilitas seharusnya tidak lagi merasa kesulitan untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam ruang ekonomi.
Ikuti DailyFX.ID
