— Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar jamuan makan malam kenegaraan yang megah untuk menyambut Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih. Acara ini dihadiri oleh para miliarder, pimpinan industri teknologi global, dan pemangku kebijakan di Washington, menjadi panggung diplomasi lunak di tengah ketegangan geopolitik kedua negara.

Dalam pidato sambutannya, Trump menegaskan eratnya hubungan personal antara dirinya dan pimpinan tertinggi China tersebut. “Presiden Xi dan saya sama-sama memahami bahwa kami mewakili sistem yang berbeda, namun ikatan antar-masyarakat kita tetap bertahan, dan kita tidak pernah berhubungan lebih baik daripada saat ini,” ujar Trump. Ia menambahkan, kedua negara dapat terus membangun hubungan yang mempromosikan kemakmuran dan keamanan bagi generasi mendatang.

Presiden Xi merespons pidato tersebut dengan menyoroti keselarasan visi kedua pimpinan negara. Xi mengutip komitmen Trump untuk “membuat Amerika hebat kembali” (Make America Great Again) serta komitmen China untuk mencapai peremajaan nasional yang hebat. Menurut Xi, kedua tujuan ambisius tersebut sangat mungkin untuk saling mendukung satu sama lain.

Kehadiran Para Raksasa Teknologi Dunia

Jamuan makan malam yang berlangsung di East Room ini dikemas dengan dekorasi anggun bernuansa merah dan emas dengan pencahayaan hangat. Para tamu kenamaan hadir dalam balutan busana formal. Trump mengenakan tuksedo klasik, sementara Ibu Negara Melania Trump tampil anggun dengan setelan gaya tuksedo berhias dasi pita besar. Presiden Xi memilih setelan jas hitam, didampingi sang istri, Peng Liyuan, yang tampil menawan dengan gaun merah.

Suasana glamour makin terasa dengan hadirnya pimpinan perusahaan teknologi terkemuka dunia. Di antara para undangan terlihat CEO OpenAI Sam Altman, CEO Nvidia Jensen Huang, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk, Pendiri Amazon Jeff Bezos, CEO Google dan Alphabet Sundar Pichai, Presiden dan Co-founder OpenAI Greg Brockman, Chairman dan CEO Dell Technologies Michael Dell, serta CEO konglomerat barang mewah LVMH Bernard Arnault.

Di luar naskah pidato resminya, Trump sempat memamerkan sejumlah pembaruan di lingkungan Gedung Putih kepada Xi Jinping. Sebelum makan malam, Trump mengajak Xi meninjau helikopter kepresidenan Marine One dan landasan helikopter (helipad) baru. Saat jamuan berlangsung, Trump secara spontan mengundang para tamu untuk melihat proyek pembangunan ruang pesta (ballroom) baru di South Lawn Gedung Putih yang ia sebut sebagai “Great Hall of the United States”. Trump bahkan menyebut proyek ini berpotensi menyaingi Great Hall of the People di Beijing, tempat ia pernah dijamu oleh Xi pada kunjungan kenegaraan sebelumnya.

Selain memamerkan fasilitas Gedung Putih, Trump mempersembahkan patung burung elang sebagai kenang-kenangan khusus untuk Xi, yang ia sebut dirancang melalui kolaborasi pribadinya bersama Melania. Menu makan malam malam itu dirancang khusus dengan keterlibatan Melania Trump dan disajikan di atas perangkat porselen merah bersejarah dari era kepresidenan Ronald Reagan.

Para tamu menikmati hidangan pembuka berupa yellow squash velouté dengan jamur liar, remah pancetta renyah, dan minyak daun bawang. Hidangan utama menyajikan ikan kakap putih berbalut wijen dengan baby bok choy rebus, terung panggang, dan sauce verte. Acara ditutup dengan sajian pencuci mulut vanilla crémeux, konfit ceri asam, walnut frangipane, serta es krim berbahan madu asli dari pekarangan Gedung Putih.

Kontras Protokol dan Catatan Sejarah

Penyelenggaraan acara ini menunjukkan perubahan pendekatan Trump dalam berdiplomasi. Sehari sebelumnya, Trump mengambil langkah tidak biasa dengan menyambut langsung kedatangan Xi dan istrinya di Pangkalan Militer Andrews di luar Washington. Penghormatan ini jarang diberikan presiden AS sebelum tamu negara tiba resmi di Gedung Putih.

Sikap ramah ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pernyataan Trump pada 2015 saat masih menjadi calon presiden. Kala itu, ia mengkritik penyambutan kenegaraan presiden Barack Obama untuk Xi Jinping dan berseloroh bahwa Xi cukup diajak makan di McDonald’s sebelum kembali ke meja perundingan.

Penyelenggaraan jamuan makan malam kenegaraan ini berlangsung di tengah dinamika kompleks yang melingkupi hubungan bilateral AS dan China. Di balik keakraban pada acara makan malam, kedua pemimpin negara menggelar diskusi intensif pada jam kerja terkait isu-isu sensitif, seperti ketegangan geopolitik di Selat Taiwan, regulasi perdagangan internasional, dan persaingan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Langkah Trump yang memberikan panggung glamor kepada Xi Jinping mencerminkan strategi diplomasi personal (personal diplomacy). Pendekatan ini bertujuan membina hubungan langsung antar-pemimpin guna melunakkan negosiasi pada isu-isu ekonomi dan keamanan yang alot. Kehadiran jajaran eksekutif puncak Silicon Valley dan industri semi-konduktor menggarisbawahi sektor teknologi merupakan inti dari persaingan sekaligus ketergantungan ekonomi antara AS dan China saat ini.