— Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi memperkuat sinergi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai simbol kolaborasi ini dilaksanakan di gedung Rektorat UBSI, Senen, Jakarta.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani oleh Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, didampingi oleh Inspektur Jenderal Polisi Dr. Anwar selaku Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia yang diwakili oleh Kasubbagkerma Bagjakdiklat SSDM Polri AKBP Sri Andriyani. Langkah ini merupakan tindak lanjut untuk menyelaraskan peran perguruan tinggi dengan kebutuhan kompetensi di lingkungan kepolisian.

Lingkup kerja sama antara UBSI dan Polri mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan, pelatihan, pengkajian, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat. Fokus lainnya adalah pengembangan kelembagaan, pertukaran dan pemanfaatan data serta informasi, peningkatan kompetensi dan pendayagunaan SDM, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pelaksanaan program strategis di bidang pendidikan tinggi.

Prof. Wahyudi menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan visi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif untuk memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan SDM dan penerapan keilmuan guna menjawab kebutuhan masyarakat. “Keterhubungan antara perguruan tinggi dan institusi kepolisian dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam pendidikan dan pelatihan, tetapi juga penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui kerja sama ini, potensi akademik yang dimiliki UBSI diharapkan dapat terhubung dengan kebutuhan pengembangan kompetensi di lingkungan Polri,” ujar Prof Wahyudi dalam keterangan rilis, Kamis (17/9).

Sri Andriyani menambahkan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan elemen krusial dalam meningkatkan kualitas SDM. “Kerja sama dengan UBSI diharapkan dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi melalui pendidikan, pelatihan, seminar, diskusi, sertifikasi profesi, serta berbagai kegiatan pengembangan lainnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri menjelaskan bahwa kolaborasi ini juga membuka kesempatan bagi dosen dan mahasiswa UBSI untuk berpartisipasi dalam pelatihan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di satuan kerja dan wilayah Polri. Selain itu, kedua belah pihak dapat melakukan kajian serta pengembangan kelembagaan yang relevan dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Salah satu bentuk nyata pengembangan SDM dalam kerja sama ini adalah potensi pemberian beasiswa pendidikan Program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) di UBSI bagi pihak yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan yang berlaku. “Kesempatan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui akses terhadap pendidikan tinggi,” tambah Prof Wahyudi.

Dengan demikian, kolaborasi UBSI dan Polri melampaui sekadar penandatanganan MoU secara administratif. Implementasinya akan diwujudkan dalam berbagai kegiatan konkret yang mempertemukan kebutuhan institusi dengan kapasitas akademik, kompetensi para dosen dan mahasiswa, serta sumber daya yang dimiliki oleh kedua pihak.

Ke depan, UBSI dan Polri berkomitmen untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam pengembangan pendidikan, kompetensi SDM, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Proses monitoring dan evaluasi secara berkala juga akan dilaksanakan untuk memastikan relevansi dan manfaat program-program yang dijalankan bagi kedua institusi serta masyarakat luas.