— JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini mencatat kerugian parah bagi sejumlah investor. Sebanyak 10 saham dilaporkan anjlok drastis, dengan penurunan harga mencapai 9% hingga 35% selama periode 3 hingga 7 Agustus 2026. Di antara saham-saham yang menghantui investor ini adalah PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI).

Meskipun demikian, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan menunjukkan tren positif. IHSG tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,78%, ditutup pada level 6.409,6 pada akhir pekan ini, naik dari posisi 6.236,1 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar BEI pun turut terangkat sebesar 2,64%, mencapai Rp 11.212 triliun dari Rp 10.923 triliun, menambah aset pasar modal sebesar Rp 289 triliun.

Volume transaksi harian rata-rata menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 32,98%, dari 30,04 miliar saham menjadi 39,95 miliar saham. Frekuensi transaksi harian rata-rata juga melonjak 27,62%, mencapai 2,32 juta kali dari 1,82 juta kali pada pekan lalu. Namun, rata-rata nilai transaksi harian justru sedikit menurun 0,38%, dari Rp 15,4 triliun menjadi Rp 15,38 triliun.

Pada Jumat lalu, investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp 1,24 triliun. Namun, secara akumulasi sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 71,29 triliun.

Saham-Saham Top Losers Pekan Ini

Sebanyak sepuluh saham menjadi penyebab investor merugi parah dan masuk dalam daftar teratas saham dengan penurunan harga terbesar atau top losers pekan ini. PT Bach Multi Global Tbk (BACH) memimpin daftar dengan harga sahamnya yang ambles 35,2%, dari Rp 880 menjadi Rp 570. Menyusul di belakangnya adalah PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) yang anjlok 21,9%, dari Rp 5.050 menjadi Rp 3.940.

Saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) juga terpantau terperosok 17,2% menjadi Rp 2.400. PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) mengalami pemangkasan harga sebesar 16,1% menjadi Rp 1.615, sementara PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) jeblok 16% ke level Rp 5.250.

Penurunan juga dialami oleh PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) yang tergelincir 11% menjadi Rp 970, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang melemah 10,8% ke harga Rp 785. Saham PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) turun 10,6% menjadi Rp 590.

Dua saham lainnya yang turut menghiasi daftar top losers adalah PT Tira Austenite Tbk (TIRA) yang jatuh 10% menjadi Rp 446, serta PT Hatten Bali Tbk (WINE) yang terpangkas 9,2% ke level Rp 137.