DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada penutupan perdagangan Selasa (22/9/2026). IHSG melemah sebesar 107,6 poin atau 1,69% ke level 6.277. Meskipun mayoritas saham di bursa mengalami pelemahan, beberapa saham justru berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, bahkan mencapai Auto Rejection Atas (ARA).
Saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 terpantau menguat, dengan PT Indosat Tbk (ISAT) memimpin kenaikan sebesar 4,3%. Namun, sorotan utama tertuju pada tiga saham yang mencapai ARA: PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) melesat 34,3%, PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) melonjak 33,7%, dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menguat 24,5%. Beberapa saham lainnya juga masuk dalam jajaran top gainers, dengan lonjakan harga mencapai 19% hingga 34%.
Secara keseluruhan, dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 148 saham tercatat menguat, 556 saham melemah, dan 259 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 13,9 triliun.
Satu-satunya sektor yang berhasil membukukan penguatan adalah sektor barang konsumen non-primer dengan kenaikan 0,3%. Sektor lain mengalami pelemahan, dengan sektor energi turun 2,76%, sektor perindustrian 2,31%, sektor properti 2,01%, sektor barang baku 1,97%, sektor teknologi 1,59%, sektor barang konsumen primer 1,48%, sektor transportasi 1,35%, sektor keuangan 0,85%, sektor kesehatan 0,74%, dan sektor infrastruktur 0,66%.
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa tekanan pada IHSG hari ini dipengaruhi oleh sikap investor yang cenderung mengambil posisi ‘wait and see’ menjelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung pada 22-23 September 2026. Pasar memperkirakan suku bunga acuan akan tetap dipertahankan.
Tekanan lain datang dari perubahan status Vietnam oleh FTSE Russell dari pasar frontier menjadi emerging market. Kenaikan status ini berpotensi menarik dana asing ke pasar saham Vietnam, yang dapat memicu penataan ulang aliran modal di kawasan Asia Tenggara. Pilarmas menilai bahwa peningkatan status Vietnam akan membuat persaingan dalam memperebutkan dana manajer investasi global semakin ketat, mengingat Vietnam kini berada dalam kelompok ‘secondary emerging market’ yang sama dengan Indonesia.
Meskipun demikian, dari sisi eksternal, sentimen pasar sebenarnya cenderung membaik. Penurunan harga minyak yang menjauh dari level tertinggi pekan lalu, di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, dinilai Pilarmas dapat membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Saham Pemberi Cuan Terbesar
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham berhasil memberikan keuntungan besar bagi investor dalam sehari. PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) memimpin dengan kenaikan 34,3% menjadi Rp 176. Diikuti oleh PT Batavia Prosperindo Trans Tbk (BPTR) yang melonjak 33,7% menjadi Rp 99, dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) yang menguat 24,5% menjadi Rp 376.
Saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) juga mencatat kenaikan 21,7% menjadi Rp 2.800, serta PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang terangkat 19,5% menjadi Rp 110. Kelima saham ini memberikan keuntungan yang signifikan dalam satu hari perdagangan.
Sementara itu, beberapa saham tercatat mengalami pelemahan tajam. PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) longsor 14,7% ke Rp 87, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) ambles 13,5% ke Rp 735, dan PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) jatuh 13% ke Rp 348.
Saham PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) terkoreksi 12,2% menjadi Rp 122, dan PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) juga terkikis 12,2% ke Rp 79.
Ikuti DailyFX.ID
