— Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengumumkan harga teoritis saham PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) terkait rencana aksi rights issue perseroan. Harga teoritis saham FORU disesuaikan menjadi Rp 131 per saham.

Menurut BEI, rasio Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) FORU adalah 100:46.235. Ini berarti setiap pemegang 100 saham lama FORU berhak atas 46.235 HMETD. HMETD ini dapat digunakan untuk membeli 46.235 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 126 per saham.

Harga saham FORU pada akhir cum date di pasar reguler pada 21 September 2026 tercatat di harga Rp 2.560. Setelah penyesuaian harga teoritis, saham FORU melonjak 34,35% hingga menyentuh auto reject atas (ARA) ke Rp 176 pada sesi I perdagangan hari ini. Antrean beli di harga atas tercatat sebanyak 1,09 juta lot saham atau senilai Rp 19,21 miliar.

Sebelumnya, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menggelar penambahan modal melalui rights issue. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 215.096.316.400 saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah ini setara dengan 99,79% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penambahan modal ini.

Manajemen FORU menjelaskan, setiap pemegang 100 saham lama yang tercatat pada 23 September 2026 pukul 16.00 WIB berhak atas 46.235 HMETD. Setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 126.

Total dana yang diharapkan dari penambahan modal ini mencapai Rp 27,1 triliun. HMETD dapat diperdagangkan di dalam dan luar Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tujuh hari kerja, mulai 25 September 2026 hingga 6 Oktober 2026. Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD dijadwalkan pada 25 September 2026.

Cum date perdagangan saham dengan HMETD di pasar reguler dan pasar negosiasi adalah 21 September 2025. Melalui surat pernyataan tertanggal 20 Juli 2026, IMR Asia Holding Pte Ltd (IMR AH), selaku pemegang 76,81% saham FORU, menyatakan akan melaksanakan 165.217.351.110 HMETD melalui penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (inbreng).

Penyetoran modal IMR AH akan dilakukan dalam bentuk kepemilikan 49% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Borneo Prima (BP), yang setara dengan 10.780 saham seri A milik IMR AH, dengan nilai total Rp 20,81 triliun. Perseroan telah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas rencana ini.

Manajemen FORU menyatakan, sisa dana yang diperoleh dari publik melalui rights issue akan disalurkan dalam bentuk pinjaman kepada BP. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja operasional pertambangan serta menunjang aktivitas produksi.