DailyFX.ID — Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda dipastikan tidak akan menghadiri simposium tahunan Federal Reserve (The Fed) di Jackson Hole, Wyoming, pekan ini. Jadwal yang bentrok menjadi alasan absennya Ueda, sehingga perhatian pelaku pasar kini beralih ke pertemuan para pemimpin keuangan G20 di Amerika Serikat (AS) yang dijadwalkan pekan depan.
BOJ pada Rabu (26/08/2026) mengumumkan bahwa anggota Dewan BOJ Naoki Tamura akan hadir untuk mewakili Ueda di Jackson Hole. Namun, Tamura tidak dijadwalkan memberikan keterangan kepada media selama forum tersebut berlangsung. Kehadiran Tamura, seorang mantan bankir komersial yang dikenal sebagai salah satu anggota Dewan BOJ yang cenderung hawkish, dianggap tidak biasa karena forum tersebut umumnya dihadiri oleh gubernur atau salah satu dari dua deputi gubernur bank sentral Jepang.
Tamura sebelumnya menyerukan kenaikan suku bunga secara berkala untuk mengantisipasi risiko inflasi yang meningkat. Pelaku pasar juga menantikan pidato perdana Gubernur The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, mengingat pandangannya mengenai prospek kebijakan moneter AS berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar yen dan imbal hasil obligasi Jepang.
Absennya Ueda dari Jackson Hole membuat fokus pasar tertuju pada kemungkinan kehadirannya dalam pertemuan para pemimpin keuangan G20 di Asheville, North Carolina, pekan depan. Meskipun BOJ belum mengonfirmasi kehadiran Ueda, Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyatakan harapannya untuk dapat bertemu dengan Ueda di Asheville. Pertemuan ini diprediksi akan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan BOJ, khususnya terkait potensi percepatan laju kenaikan suku bunga untuk meredam risiko inflasi.
Intervensi bersama antara AS dan Jepang untuk menopang yen, ditambah dorongan dari Bessent, telah membuat pasar hampir sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga BOJ pada bulan September, menyusul kenaikan yang telah terjadi pada Juni lalu. Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga kebijakan dari 1% menjadi 1,25% dalam pertemuan pada 17–18 September 2026. Sebelum pertemuan tersebut, pasar akan mencermati pidato dan konferensi pers Deputi Gubernur BOJ Ryozo Himino pada Kamis (27/08/2026), yang diperkirakan dapat memberikan petunjuk mengenai peluang kenaikan suku bunga bulan depan.
Ikuti DailyFX.ID
