— Lima berita ekonomi paling populer hingga Kamis (24/9/2026) menyoroti sejumlah pergerakan signifikan di pasar modal dan sektor energi. Mulai dari aksi korporasi emiten besar hingga prospek bisnis di masa depan.

Mesin Cuan Baru Andy Hakim

Entitas Andy Hakim, Hakimson Growth Capital, baru-baru ini melakukan pembelian saham PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK). Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (22/9/2026), Hakimson memborong 21.750.000 lembar saham atau 5% kepemilikan TRUK pada 18 September 2026. Transaksi ini dilakukan pada harga Rp 428 per saham, dengan total nilai mencapai Rp 9,3 miliar. Menariknya, harga perolehan saham TRUK oleh Hakimson ini jauh di bawah harga pasarnya pada penutupan perdagangan 18 September 2026 yang berada di level Rp 1.420.

Emiten Afiliasi Boy Thohir Diguyur Rp 10,75 Triliun

PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV), emiten yang terafiliasi dengan Boy Thohir, mengumumkan penandatanganan fasilitas pinjaman senilai Rp 10,75 triliun. Dana tersebut akan disalurkan kepada dua anak usahanya, yaitu PT Nextier Askara Center (NAC) dan PT Nextier GenAI Center (NGC), melalui PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI. Manajemen MGLV menjelaskan bahwa penandatanganan perjanjian fasilitas pinjaman dari BNI kepada NAC telah dilakukan, dengan total fasilitas mencapai sebanyak-banyaknya Rp 4.125.164.000.000. Pemberian jaminan oleh MGLV juga telah diatur dalam Perjanjian Fasilitas NAC.

Daya Tahan Emiten Prajogo Pangestu

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), yang merupakan bagian dari Grup Barito Pacific di bawah kendali Prajogo Pangestu, mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 22,8% secara tahunan (year on year/yoy) pada semester I-2026. Pendapatan yang mencapai US$ 81,2 juta ini didorong oleh peningkatan kontribusi dari segmen energi dan logistik. Meskipun demikian, analis KB Valbury Sekuritas, Atikah Tri Adriyanti, mengungkapkan bahwa profitabilitas CDIA mengalami tekanan akibat kenaikan biaya dan basis pembanding yang tinggi pada periode sebelumnya. KB Valbury Sekuritas melihat bahwa kompleks Chlor Alkali (CA) dan Ethylene Dichloride (EDC) milik PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berpotensi menjadi sumber permintaan tambahan bagi CDIA.

INET Pasang Kuda-Kuda untuk Infrastruktur Digital

PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital. Langkah ini diambil untuk mendukung pertumbuhan pusat data (data center) dan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). INET memfokuskan diri pada lapisan infrastruktur (infrastructure layer) yang meliputi konektivitas, pusat data, jaringan fiber, hingga kabel bawah laut (submarine cable). Investment Analyst Stockbit, Christian William Munaba, mengungkapkan bahwa INET sedang membangun ekosistem infrastruktur digital secara menyeluruh melalui penguatan berbagai lini bisnisnya. Hal ini merupakan salah satu hasil pertemuan tertutup (closed-door meeting) Stockbit dengan INET pada 16 September 2026.

ADRO, MEDC, dan ARKO Berebut Panggung Energi Hijau Singapura

Di tengah target ambisius pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, tiga emiten tengah bersaing ketat untuk menjadi pemasok listrik hijau ke Singapura. Ketiga emiten tersebut adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). Panggung utama persaingan ini bukan di Pulau Jawa yang padat penduduk, melainkan di kepulauan Batam dan Bintan. Lokasi strategis ini dipilih karena kedekatan geografisnya dengan Singapura, yang menjadi negara tujuan ekspor listrik hijau tersebut.