— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Sejumlah faktor diperkirakan akan menjadi sentimen positif, termasuk penguatan indeks di bursa Wall Street, kenaikan harga emas, serta aksi beli investor asing.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang support 6.340-6.270 dan resist 6.480-6.550. Penguatan ini didorong oleh perkembangan positif di pasar global.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, indeks-indeks di bursa Wall Street kompak mencatat kenaikan. Hal ini dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan, mengurangi potensi kenaikan suku bunga acuan The Fed.

Biro Statistik Ketenagakerjaan Amerika melaporkan bahwa data Non Farm Payrolls Juli menunjukkan penurunan jumlah tenaga kerja sebanyak 23 ribu, berbanding terbalik dengan data bulan sebelumnya yang mencatat penambahan 20 ribu dan ekspektasi pasar yang memperkirakan penambahan 83 ribu.

Meskipun jumlah tenaga kerja menurun, tingkat pengangguran tercatat turun menjadi 4,1% dari sebelumnya 4,2%. Penurunan ini terjadi seiring dengan jatuhnya tingkat partisipasi tenaga kerja ke level terendah dalam lima tahun terakhir.

Dengan data ketenagakerjaan yang melemah, The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% pada pertemuan 15-16 September mendatang. Keputusan ini diharapkan dapat memberikan stimulus positif bagi pasar saham.

CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, yaitu ARCI, MDKA, BRMS, BBRI, BREN, dan DSNG. Saham-saham ini dinilai memiliki potensi keuntungan bagi investor.