DailyFX.ID — Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi salah satu instrumen yang menarik perhatian pelaku pasar untuk aktivitas trading pada perdagangan Selasa (22/9/2026). Analisis dari KB Valbury Sekuritas memberikan panduan untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari saham ini.
KB Valbury Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness atau membeli saat harga saham mengalami penurunan. Untuk perdagangan harian, target harga yang ditetapkan adalah Rp 2.650. Investor disarankan untuk melakukan entry price atau masuk ke pasar pada kisaran harga Rp 2.590 hingga Rp 2.620.
Secara teknikal, saham ADRO memiliki level resistance atau batas atas pada Rp 2.650 dan level support atau batas bawah pada Rp 2.590. KB Valbury Sekuritas mengingatkan agar investor waspada jika harga menembus level Rp 2.590 dan menyarankan untuk melakukan stop loss di level Rp 2.530.
Sebelumnya, pada perdagangan Senin (21/9/2026), saham ADRO tercatat ditutup melemah sebesar 0,7% ke level Rp 2.620. Dalam sepekan terakhir, pergerakan saham ADRO cenderung stagnan, namun dalam satu bulan terakhir mencatat kenaikan 2,3%. Secara year to date (ytd), saham ADRO menunjukkan performa impresif dengan melesat 44,7%.
Sementara itu, Pluang Maju Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham Alamtri Resources (ADRO) dengan target harga yang lebih ambisius, yaitu Rp 3.450 dalam horizon waktu 12 bulan.
Rekomendasi ini didasarkan pada tiga faktor utama. Pertama, akselerasi kinerja perusahaan yang positif. Kedua, valuasi sektor batu bara yang dinilai masih berada di bawah rata-rata historisnya. Ketiga, kontribusi mulai masuk dari diversifikasi pendapatan melalui bisnis aluminium yang diharapkan semakin signifikan menjelang akhir tahun.
Diversifikasi pendapatan ke bisnis aluminium dinilai dapat mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu komoditas utama. Pluang juga menyoroti potensi katalis dari persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang berpotensi menambah kuota produksi antara 10% hingga 12%.
Faktor pendukung lainnya berasal dari kontribusi awal bisnis aluminium PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) dan normalisasi harga batu bara yang diproyeksikan tetap berada pada level tinggi. Alamtri Resources kini memasuki fase krusial dalam diversifikasi bisnisnya melalui pengembangan aluminium, seiring dengan momentum kinerja batu bara yang masih kuat.
Bisnis aluminium ADRO melalui PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) telah memasuki tahap ramp-up dan diproyeksikan mulai memberikan kontribusi pendapatan menjelang akhir tahun 2026. Momentum fundamental ADRO juga terpantau solid, terbukti pada semester I-2026 pendapatan meningkat 16,5% secara tahunan menjadi US$ 999 juta. EBITDA melonjak 56,8% menjadi US$ 491 juta, dan laba bersih meroket 76,9% menjadi US$ 309 juta.
Ikuti DailyFX.ID
