DailyFX.ID — Pergerakan saham di pasar modal Indonesia menunjukkan tren yang beragam pada pekan terakhir September 2026. Sejumlah saham pertambangan seperti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi primadona bagi investor asing, sementara saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) justru mengalami aksi jual bersih.
Investor asing mencatat transaksi jual bersih senilai Rp 178,7 miliar pada saham BUMI sepanjang periode 14-18 September 2026 di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Meskipun demikian, beberapa analis mematok target harga yang tinggi untuk saham BUMI dan ADRO.
Pergeseran dana investor asing juga terlihat dari sektor perbankan ke pertambangan. Saham BRMS tercatat diborong dengan transaksi beli bersih mencapai Rp 367,1 miliar dalam periode yang sama. Sebaliknya, saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengalami jual bersih terbesar hingga Rp 702,5 miliar.
Di sisi lain, harga emas perhiasan terpantau stabil pada Minggu, 20 September 2026. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga emas dari berbagai sumber terpercaya agar dapat mengambil keputusan investasi yang optimal.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak volatil dengan rentang 6.350–6.600 pada pekan mendatang. Area 6.350–6.400 menjadi batas bawah yang krusial, sementara 6.500–6.600 menjadi batas atas yang perlu ditembus untuk memperkuat momentum kenaikan.
Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menyatakan IHSG masih dalam fase konsolidasi setelah ditutup melemah 0,3% pada Jumat, 18 September 2026. Ia merekomendasikan saham INCO, MAPI, MBMA, dan MTEL beserta target harganya.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menunjukkan pertumbuhan laba bersih yang impresif hingga Agustus 2026, melampaui BCA (BBCA) dan bank Himbara lainnya. Pertumbuhan laba bersih sebesar 22% hingga Rp 37,5 triliun menjadikan BMRI sebagai bahan bakar lonjakan harga saham. Verdhana Sekuritas mempertahankan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BMRI dengan target harga yang mencerminkan potensi keuntungan sekitar 40% dari harga penutupan Jumat pekan lalu di Rp 4.260.
Ikuti DailyFX.ID
