— Analis Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menghadapi tekanan pada pekan ini, 21-25 September 2026. IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dalam rentang 6.400 hingga 6.550, dengan level 6.400 menjadi batas krusial yang perlu dicermati oleh investor.

“Jika IHSG pekan ini menembus atau breakdown level 6.400, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan dan menguji area 6.300-6.350,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Senin (21/9/2026).

Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa potensi tekanan terhadap IHSG sejalan dengan sentimen global yang masih beragam. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Dow Jones melemah akibat kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat (AS) 10 tahun yang menembus 5 basis poin ke level 5,006%. Penguatan yield obligasi AS ini terjadi di tengah ekspektasi bahwa kebijakan The Fed akan tetap hawkish hingga tahun depan, yang berpotensi meningkatkan tekanan pada pasar saham.

Di sisi lain, Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026. Level ini merupakan yang tertinggi sejak April 1995. Harga minyak juga masih menjadi perhatian pasar, dengan minyak WTI ditutup turun 1,6% ke level US$100 per barel, dan minyak Brent melemah 0,9% menjadi US$103 per barel. Sementara itu, harga emas di pasar spot menguat 0,3% menjadi US$4.352 per ons troi, didorong oleh koreksi harga minyak, meskipun penguatan dolar AS membatasi kenaikan lebih lanjut.

Konflik di Timur Tengah juga berpotensi memengaruhi pergerakan bursa saham global, terutama melalui harga minyak, ekspektasi inflasi, dan prospek kenaikan suku bunga. Investor juga akan mencermati komentar pejabat The Fed mengenai prospek kebijakan moneter berikutnya. Selain itu, pasar menantikan pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di AS pada 23-25 September 2026.

Di pasar domestik, IHSG ditutup melemah 0,33% ke level 6.441,16 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Pergerakan IHSG pekan ini juga akan dipengaruhi oleh agenda ekonomi domestik, termasuk Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23 September 2026. Phintraco Sekuritas memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%. Pasar juga akan menanti rilis data pertumbuhan kredit Agustus 2026 yang diperkirakan mencapai 15% secara tahunan (year on year/YoY), meningkat dari 13,58% YoY pada Juli 2026.

Meskipun ada potensi tekanan pada IHSG, Phintraco Sekuritas tetap melihat peluang pada enam saham. Saham-saham tersebut adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).