— Investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 648,2 miliar pada perdagangan saham sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026). Meskipun demikian, asing bermanuver dengan melakukan aksi jual pada dua saham, yaitu PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

Berdasarkan data BEI yang dirilis Stockbit Sekuritas, asing mencatatkan net sell saham DSSA senilai Rp 83,5 miliar, jika dihitung berdasarkan harga rata-rata pada sesi I. Volume transaksi jual asing untuk DSSA mencapai 81,5 juta saham.

Aksi jual asing di pasar reguler ini terjadi saat harga saham DSSA mengalami pelemahan. Hingga berita ini ditayangkan, saham DSSA melemah 1,44% ke level Rp 1.025. Dalam sebulan terakhir, DSSA tercatat menguat 28,1%, namun selama periode year to date (ytd), saham ini anjlok 74,6%.

Data IDX mencatat, sebanyak 259,3 juta saham DSSA telah ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 23 ribu kali, menghasilkan nilai transaksi total Rp 265,6 miliar. Perdagangan hari ini berbalik dari kemarin, Rabu (19/8/2026), di mana saham DSSA justru banyak dibeli oleh investor asing dengan net buy mencapai Rp 57,3 miliar.

Hal serupa juga terjadi pada saham BMRI, di mana asing mencatatkan net sell senilai Rp 58,8 miliar. Perhitungan ini didasarkan pada harga rata-rata pada sesi I dengan volume transaksi jual asing sebanyak 14,1 juta saham.

Aksi jual di pasar reguler ini berlangsung ketika harga saham BMRI menguat tipis. Hingga berita ini ditayangkan, saham BMRI menguat 0,24% ke level Rp 4.150. Dalam sebulan terakhir, BMRI mengalami pelemahan 7,3%, dan selama periode year to date (ytd), saham ini turun 18,6%.

Data IDX menunjukkan, sebanyak 32,1 juta saham BMRI telah ditransaksikan dengan frekuensi 9.224 kali, dan nilai transaksi mencapai Rp 133,4 miliar. Perdagangan ini melanjutkan tren dari kemarin, Rabu (19/8/2026), di mana saham BMRI juga banyak dijual oleh investor asing dengan net sell mencapai Rp 39,7 miliar.