DailyFX.ID — Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang relatif datar pada perdagangan Rabu (23/9/2026) pagi. Meskipun fluktuasi harga tampak minimal, analisis indikator on-chain mulai memberikan sinyal positif yang mengindikasikan potensi pemulihan pasar.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 06.35 WIB, harga Bitcoin tercatat turun tipis 0,36% menjadi US$ 86.140 per koin. Kapitalisasi pasar kripto global justru mengalami penguatan 0,12% dalam 24 jam terakhir, mencapai US$ 2,94 triliun. Sementara itu, Indeks CoinDesk 20 yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar sedikit melemah 0,06%. Ethereum (ETH) terkoreksi 0,55% menjadi US$ 2.754, dan Binance Coin (BNB) turun 1,36% ke US$ 788.
Pergerakan Bitcoin yang stabil di kisaran US$86.000 terjadi bersamaan dengan penurunan harga minyak mentah ke level terendah dalam hampir tiga pekan. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) sempat menyentuh US$89,16 per barel, level terendah sejak 4 September. Penurunan ini dipicu oleh laporan bahwa Arab Saudi kembali mengaktifkan East-West Pipeline, sebuah jalur pasokan minyak yang krusial.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan komitmennya untuk mencapai kesepakatan yang mengakhiri ketegangan AS-Iran. Namun, Trump memperkirakan kesepakatan baru mungkin baru tercapai setelah pemilihan sela AS pada November. “Saya percaya kita akan membuat kesepakatan tepat setelah pemilu karena tidak masuk akal bagi mereka untuk tidak melakukannya,” ujar Trump.
Sumber anonim yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa aliran minyak melalui East-West Pipeline membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan pekan untuk kembali beroperasi secara penuh.
Sinyal Bull Run Mulai Terdeteksi
Di tengah konsolidasi harga Bitcoin, beberapa indikator on-chain mulai menunjukkan sinyal yang menarik perhatian. Platform analitik on-chain Glassnode melaporkan bahwa rasio Market Value to Realized Value (MVRV) Bitcoin telah berhasil menembus kembali rata-rata pergerakan 365 hari.
Rasio MVRV membandingkan nilai pasar Bitcoin dengan nilai realisasi, yaitu harga saat pasokan BTC terakhir berpindah tangan di jaringan. Indikator ini sangat berguna untuk mengukur apakah Bitcoin sedang diperdagangkan pada harga premium atau diskon dibandingkan dengan harga pembelian investor sebelumnya. Glassnode mencatat bahwa persilangan MVRV dengan rata-rata pergerakan 365 hari pernah terjadi pada tahun 2019 dan 2023, periode yang menandai awal dari fase bull market Bitcoin.
Saat ini, rasio MVRV Bitcoin berada di angka 1,62, meningkat dari 1,19 pada 16 Agustus. Meskipun demikian, angka ini masih jauh dari level 3,7 yang secara historis menandai puncak profitabilitas pada siklus bull market sebelumnya.
Platform analitik lainnya, CryptoQuant, juga menyoroti potensi penembusan level resistensi multi-bulan pada rata-rata pergerakan 30 hari MVRV, yang saat ini berada di bawah 1,5. Menurut CryptoQuant, jika level ini berhasil ditembus untuk pertama kalinya sejak Januari, hal tersebut dapat menandakan berakhirnya fase akumulasi investor yang telah berlangsung cukup lama. CryptoQuant menambahkan bahwa penembusan level 1,62 dapat mengonfirmasi pembalikan tren dari pasar beruang (bear market) yang sedang berlangsung, sekaligus membuka kembali fokus pasar pada target harga tertinggi sepanjang masa Bitcoin di US$126.200.
Ikuti DailyFX.ID
