DailyFX.ID — JAKARTA – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan penguatan pada perdagangan Sabtu (8/8/2026) pagi. Kenaikan ini terjadi setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) yang dirilis menunjukkan pelemahan, mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan September mendatang.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada pukul 10.00 WIB, harga Bitcoin tercatat naik 0,8% menjadi US$ 64.887 per koin. Nilai ini setara dengan sekitar Rp 1,15 miliar, dengan asumsi kurs Rp 17.801 per dolar AS.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar aset kripto global juga mengalami peningkatan sebesar 0,56% dalam 24 jam terakhir, mencapai total US$ 2,21 triliun. Sementara itu, Ethereum (ETH) menguat 0,51% menjadi US$ 1.912, namun Binance Coin (BNB) justru mengalami pelemahan 0,24% ke level US$ 591. Indeks CoinDesk 20, yang melacak kinerja 20 aset kripto terbesar, juga terpantau menguat 0,67%.
Mengutip laporan Cointelegraph, data dari TradingView menunjukkan bahwa harga BTC sempat menyentuh level US$ 65.340 di bursa Bitstamp. Angka ini menandai penguatan sebesar 1,3% pada hari tersebut, terjadi setelah data ketenagakerjaan AS dirilis.
Data yang dikeluarkan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan bahwa ekonomi AS kehilangan sebanyak 23.000 pekerjaan pada bulan Juli. Tingkat pengangguran tercatat berada di angka 4,1%.
Data tersebut juga diperparah dengan revisi penurunan terhadap angka ketenagakerjaan pada periode sebelumnya. Jumlah pekerjaan untuk bulan Mei direvisi turun 66.000 menjadi kenaikan 63.000, sementara data Juni dipangkas 37.000 menjadi hanya 20.000 penambahan pekerjaan. Dengan revisi ini, total penambahan pekerjaan pada Mei dan Juni secara gabungan tercatat 103.000 lebih rendah dibandingkan laporan awal.
Kombinasi dari penurunan jumlah pekerjaan pada Juli dan revisi data sebelumnya ini memberikan dorongan bagi aset berisiko, termasuk Bitcoin dan saham-saham di bursa AS. Pelaku pasar menilai bahwa pelemahan pasar tenaga kerja dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Sebagai indikasi, Indeks S&P 500 dibuka menguat sekitar 0,5%, sementara Nasdaq Composite, yang didominasi oleh saham-saham teknologi, naik lebih dari 1%.
Pasar Mulai Berubah
Data dari CME Group melalui FedWatch Tool menunjukkan pergeseran ekspektasi pasar. Kini, mayoritas pelaku pasar lebih banyak memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini dalam pertemuan September. Perubahan ini kontras dengan sehari sebelumnya, di mana sebagian besar pelaku pasar masih memprediksi adanya peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Ryan Lee, chief analyst Bitget Research, sebelumnya menyatakan bahwa data ketenagakerjaan akan menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan arah kebijakan The Fed pada September. Selain itu, data ini juga akan menjadi perhatian utama dalam simposium ekonomi Jackson Hole yang dijadwalkan digelar pada akhir Agustus.
Sementara itu, Fabian Dori, Chief Investment Officer Sygnum Bank, berpendapat bahwa keputusan Ketua The Fed, Jerome Powell, akan sangat dipengaruhi oleh seberapa besar revisi dan pelemahan data tenaga kerja tersebut dapat mengubah prospek ekonomi AS secara keseluruhan.
Menurut Dori, perlambatan ekonomi yang terjadi secara teratur dapat mendukung prospek likuiditas yang lebih longgar. Namun, jika data menunjukkan pelemahan yang terlalu signifikan hingga memicu kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, hal tersebut justru dapat kembali menekan aset berisiko.
Perusahaan perdagangan aset kripto QCP Capital dalam laporan terbarunya mengenai kondisi makroekonomi dan pasar kripto menilai bahwa prospek pergerakan Bitcoin masih belum menunjukkan arah yang jelas. Menurut QCP, pergerakan Bitcoin sepanjang pekan ini lebih mencerminkan ketahanan pasar dibandingkan sinyal arah yang tegas.
Pasar juga dinilai relatif mampu menahan dampak dari eksploitasi terhadap dompet Coldcard serta aksi penjualan Bitcoin oleh sejumlah perusahaan, termasuk Strategy. Dampak kedua faktor tersebut terhadap pasar opsi dianggap masih terbatas, menunjukkan bahwa permintaan untuk perlindungan dari penurunan harga secara panik belum meningkat secara signifikan.
Dengan demikian, arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi suku bunga The Fed, perkembangan pasar tenaga kerja AS, serta arus likuiditas yang mengalir ke aset berisiko.
Ikuti DailyFX.ID
