DailyFX.ID — Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan kenaikan signifikan, menembus level US$ 85.000 pada Senin, 21 September 2026. Pencapaian ini menandai rekor tertinggi aset kripto utama tersebut sejak 31 Januari 2026.
Menurut data dari CoinGlass, lonjakan harga BTC dalam satu jam terakhir memicu likuidasi posisi short senilai US$ 262,3 juta. Pada saat publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$ 85.234, menunjukkan penguatan sebesar 5,82% dalam 24 jam terakhir.
Secara keseluruhan, pasar aset kripto mengalami likuidasi senilai US$ 271,83 juta dalam satu jam. Dari jumlah tersebut, posisi long hanya menyumbang US$ 9,53 juta, sementara Bitcoin mendominasi dengan US$ 218,55 juta. Ethereum (ETH) menyusul di posisi kedua dengan US$ 26,47 juta, diikuti oleh Solana (SOL) yang mencapai US$ 8,92 juta.
Reli Bitcoin ini turut mendorong penguatan pada aset kripto lainnya. XRP terpantau naik 7,28% dalam 24 jam terakhir, Solana menguat 8,9%, dan Zcash (ZEC) mencatat kenaikan 5,2% dalam periode yang sama.
Pencapaian level tertinggi baru ini terjadi setelah Bitcoin berhasil mencatat penutupan mingguan pertama di atas rata-rata pergerakan 50-minggu dalam 45 minggu terakhir. Pada penutupan pekan 20 September, Bitcoin berada di US$ 81.159, sekitar 3% di atas rata-rata pergerakan 50-minggu yang berada di kisaran US$ 78.786.
Alex Thorn, Kepala Riset di Galaxy, menilai penutupan mingguan di atas rata-rata pergerakan 50-minggu tersebut sebagai sinyal penting yang mengindikasikan bahwa bear market telah mencapai titik terendahnya.
Ikuti DailyFX.ID
