DailyFX.ID — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa tidak ada negara lain di dunia yang seharusnya memiliki suku bunga lebih rendah daripada Amerika Serikat. Desakan ini disampaikan menjelang pertemuan kebijakan penting bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).
Dalam pernyataannya kepada awak media di Irlandia, Trump menekankan bahwa pemerintah AS seharusnya menikmati tingkat suku bunga terendah secara global, terlepas dari data inflasi dan indikator ekonomi yang dirilis oleh The Fed. Pernyataan ini muncul setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) menunjukkan lonjakan inflasi inti tertinggi dalam empat bulan terakhir, yang memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed.
Tekanan harga domestik masih belum mereda akibat ketegangan ekonomi dari lonjakan tarif impor dan kenaikan harga energi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah. Mayoritas pejabat The Fed mengkhawatirkan dampak jangka panjang dari inflasi yang tinggi terhadap biaya ekonomi untuk mengembalikannya ke target.
Konstelasi Politik dan Ancaman Perdagangan
Pertemuan The Fed berlangsung hanya beberapa pekan sebelum pemilihan sela (midterm elections) yang krusial bagi kendali mayoritas di Kongres AS. Kenaikan suku bunga acuan berpotensi menambah beban biaya hidup masyarakat, yang dapat mempengaruhi persepsi pemilih terhadap pemerintah.
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump dilaporkan menurun seiring berlanjutnya tekanan inflasi. Trump berargumen bahwa tingkat suku bunga The Fed saat ini justru menguntungkan negara lain dengan mengorbankan kepentingan ekonomi AS. “Saya memahami formulasi ekonomi lebih baik dari siapa pun. Dengan tingkat kredit terbaik di dunia, kebijakan kita saat ini justru membuat negara lain menjadi kaya,” ujar Trump.
Trump juga mengulang ancamannya untuk menghentikan aktivitas perdagangan dengan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan terhadap AS. “Kami tidak menginginkan defisit dengan negara mana pun. Kami menginginkan surplus atau setidaknya seimbang,” tegasnya sebelum kembali ke Washington.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Kevin Hassett, menyatakan Trump akan tetap menghormati independensi Ketua The Fed, namun mengakui presiden AS tersebut tidak akan menyambut baik keputusan kenaikan suku bunga pekan ini.
Hubungan antara Gedung Putih dan The Fed kembali memanas sepanjang tahun ini. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed sempat meredakan ketegangan, namun tekanan ekonomi domestik akibat kebijakan tarif impor yang ketat dan krisis energi global memaksa The Fed berada dalam posisi dilematis. Pemerintah AS menginginkan suku bunga rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat menjelang pemilu sela, sementara The Fed memiliki mandat independen untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi. Perbedaan prioritas ini memicu perdebatan sengit mengenai batas independensi bank sentral di tengah tekanan politik eksekutif.
Ikuti DailyFX.ID
