— Pasar aset kripto memulai pekan ini dengan performa yang solid, dipimpin oleh penguatan harga Bitcoin (BTC). Mata uang kripto utama ini berhasil menembus level US$ 85.000, menunjukkan ketahanan terhadap sentimen yang dipicu oleh kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed) pekan lalu.

Sebelumnya, The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, membawa kisaran suku bunga acuan ke level 3,75-4%. Keputusan ini diambil pada 16 September 2026.

Bersamaan dengan itu, Bank of Japan (BOJ) juga melakukan penyesuaian kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25% pada 18 September 2026.

Meskipun terdapat kenaikan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, hal tersebut tidak memberikan tekanan signifikan terhadap harga Bitcoin. Sebaliknya, BTC justru mencatatkan kenaikan substansial hingga menembus US$ 85.000 pada perdagangan hari ini. Hal ini mengindikasikan bahwa respons pasar aset kripto tidak semata-mata ditentukan oleh kebijakan suku bunga.

Perlu dicatat, reaksi pasar bisa saja berbeda jika kenaikan suku bunga The Fed telah diantisipasi sebelumnya oleh para pelaku pasar.

Kalender makroekonomi pekan ini akan difokuskan pada rilis data klaim pengangguran Amerika Serikat di pertengahan pekan, serta data terkait perumahan dan pesanan barang tahan lama.

Selain itu, pasar lintas aset global terus mencerna arah kebijakan moneter terkini, terutama setelah pengumuman keputusan suku bunga terbaru dari Bank of Japan (BOJ).