— JAKARTA – BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi tiga saham untuk perdagangan pada Kamis, 27 Agustus 2026, yaitu SMIL, MAPA, dan ICBP.

Saham SMIL dilaporkan berhasil menembus area konsolidasi di level 365-390 dan kembali diperdagangkan di atas Moving Average 20 hari (MA20) pada level 394. Kenaikan ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan. Target harga terdekat ditetapkan di 414, dengan target selanjutnya di 429, sementara level support berada di 390.

Secara fundamental, SMIL mencatat laba bersih sebesar Rp 60,08 miliar pada semester I-2026, menunjukkan lonjakan 19,34% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 50,36 miliar. Peningkatan laba ini turut mengangkat laba per saham menjadi Rp 6,87 dari Rp 5,75.

Selanjutnya, saham MAPA berhasil bertahan di atas area penembusan (breakout) 630-655 dan kembali menguji level resistance di 690. Momentum pergerakan saham ini dinilai masih konstruktif. Jika mampu menembus level 690, saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 709, dengan level support di 655.

PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 10,1 triliun pada semester I-2026, naik 15,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kinerja perusahaan.

Untuk saham ICBP, tercatat berhasil menembus level 7.750 dengan dukungan volume perdagangan yang tinggi dan indikator MACD yang tetap positif (bullish). Selama saham ini bertahan di atas area penembusan tersebut, momentumnya berpotensi berlanjut menuju target 7.950 hingga 8.164.

ICBP membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,3% secara tahunan pada semester I-2026. Kinerja positif ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham emiten Grup Salim tersebut menjadi Rp 10.600.

Prediksi IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,48% ke level 6.405,6 pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BRPT, dan AMMN. Sikap investor yang cenderung menunggu perkembangan menjelang aksi demonstrasi pada 27 Agustus juga turut memengaruhi pasar. Mata uang Rupiah juga mengalami pelemahan tipis 0,01% terhadap dolar AS, diperdagangkan di level Rp 17.712.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam rentang mixed to negative, dengan level support di 6.340–6.300 dan resistance di 6.455–6.550. Prediksi ini disampaikan dalam ulasan mereka pada Kamis (27/8/2026).

Secara teknikal, IHSG membentuk pola Evening Star setelah gagal menembus resistance trendline. Hal ini mengindikasikan potensi pengujian terhadap MA20 di level 6.340. Selama MA20 dapat bertahan, struktur bullish jangka pendek diperkirakan masih terjaga.

Katalis utama yang akan memengaruhi pergerakan IHSG selanjutnya adalah aksi demonstrasi pada 27 Agustus. Perkembangan aksi tersebut dan stabilitas keamanan akan menjadi perhatian utama para investor. Jika aksi berlangsung kondusif, tekanan terhadap IHSG berpotensi bersifat sementara. Namun, eskalasi situasi dapat meningkatkan sentimen risk-off dan volatilitas pasar.

Perdagangan di bursa Wall Street pada hari sebelumnya ditutup melemah. Dow Jones Industrial Average turun 0,21% ke level 53.463,8. Indeks S&P 500 melemah 0,021% ke 7.675,7, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 0,081% menjadi 26.130,2.