DailyFX.ID — JAKARTA – Suku bunga deposito perbankan dilaporkan meroket menyusul kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar total 100 basis points (bps) pada periode Mei hingga Juni 2026. Kenaikan paling signifikan tercatat pada deposito berjangka waktu 12 bulan, yang melonjak hingga 131 bps pada Juli 2026 dibandingkan dengan data April 2026, sebelum BI memulai siklus pengetatan moneternya.
Bank sentral memulai langkah penyesuaian suku bunga pada Mei 2026 dengan menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps, dari level 4,75% menjadi 5,25%. Langkah ini dilanjutkan pada Juni 2026, di mana Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan menaikkan suku bunga acuan kembali sebesar 25 bps menjadi 5,5%. Puncak kenaikan terjadi pada RDG Bulanan Juni 2026, dengan tambahan 25 bps, sehingga BI-Rate bertengger di angka 5,75%.
Secara total, BI-Rate telah mengalami peningkatan 100 bps dalam kurun waktu Mei-Juni 2026. Setelah mencapai level tersebut, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di angka 5,75% selama periode Juli dan Agustus 2026.
Dampak dari kenaikan BI-Rate ini kemudian mulai ditransmisikan ke industri perbankan, khususnya pada suku bunga simpanan. Berdasarkan data Uang Beredar (M2), pada April 2026, suku bunga deposito untuk tenor 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan masing-masing berada di kisaran 4,20%, 4,71%, 4,58%, dan 4,44%.
Pada akhir Mei 2026, transmisi kenaikan suku bunga acuan ke bunga deposito masih terlihat terbatas. Bunga deposito tenor 1 bulan tercatat naik 8 bps menjadi 4,28%, sementara tenor 3 bulan meningkat 2 bps menjadi 4,73%. Untuk tenor 6 bulan, bunga deposito naik 7 bps menjadi 4,65%, dan tenor 12 bulan bertambah 6 bps menjadi 4,50%.
Namun, tren kenaikan bunga deposito menunjukkan percepatan yang lebih nyata pada bulan Juni dan Juli 2026. Hingga Juli 2026, bunga deposito tenor 1 bulan telah mencapai 5,03%, tenor 3 bulan naik menjadi 5,53%, tenor 6 bulan tercatat 5,44%, dan tenor 12 bulan melonjak hingga 5,75%.
Dengan demikian, sejak BI mulai menaikkan BI-Rate, bunga deposito tenor 1 bulan telah terakumulasi meningkat sebesar 83 bps. Kenaikan serupa juga dicatatkan pada tenor 3 bulan (82 bps) dan tenor 6 bulan (86 bps). Adapun tenor 12 bulan mengalami lonjakan paling impresif, yaitu 131 bps.
Di sisi lain, total simpanan deposito yang berhasil dihimpun oleh perbankan pada Juli 2026 dilaporkan mencapai Rp 3.429,1 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,8% secara tahunan (year on year/yoy). Meskipun masih mencatat pertumbuhan positif, laju penghimpunan dana pihak ketiga ini mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya, di mana pada Juni 2026 pertumbuhan deposito tercatat sebesar 6,2% yoy.
Ikuti DailyFX.ID
