DailyFX.ID — JAKARTA – Sejumlah berita ekonomi menarik perhatian publik pekan ini, mulai dari pembagian dividen oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga pergerakan harga emas perhiasan. Pasar juga menyoroti dampak pergantian Menteri Keuangan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
Bank Central Asia (BBCA) akan membagikan dividen interim kedua tahun buku 2026 sebesar Rp 3,07 triliun atau Rp 25 per saham. Pembayaran dividen ini dijadwalkan pada Rabu (16/9/2026). Sejumlah entitas yang terafiliasi dengan Grup Djarum, seperti PT Dwimuria Investama Andalan, PT Caturguwiratna Sumapala, dan PT Tricipta Mandhala Gumilang, termasuk di antara pemegang saham yang akan menerima jatah dividen ini. Pergerakan saham BBCA sendiri menunjukkan pembalikan signifikan pada pekan lalu, periode 7-11 September 2026.
Sementara itu, harga emas perhiasan terpantau stabil pada Senin, 14 September 2026. Calon pembeli dan investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga di berbagai penjual emas terkemuka untuk mengambil keputusan terbaik.
Di sektor teknologi, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengalami revisi target harga oleh Kiwoom Sekuritas. Perbaikan laba bersih TLKM yang melonjak 28% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 6,3 triliun pada kuartal II-2026 menjadi salah satu faktornya. Senior Equity Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai akselerasi laba Telkom ditopang oleh biaya keuangan yang lebih rendah serta penguatan operating leverage. Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham TLKM, namun merevisi target harga menjadi Rp 3.630.
Pergantian Menteri Keuangan juga menjadi sorotan. Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada Senin (14/9/2026). Setelah pelantikan, IHSG sempat berbalik naik tipis sebelum akhirnya melemah pada penutupan perdagangan. Senior Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa kenaikan IHSG menunjukkan ketidakpastian akibat rumor reshuffle mulai mereda, meski belum sepenuhnya disambut pasar.
Pakar mengantisipasi potensi pelemahan lebih lanjut pada IHSG dan nilai tukar rupiah menyusul pergantian Menteri Keuangan. Menjelang pengumuman pergantian kabinet pada Senin sore (14/9), nilai tukar rupiah ditutup melemah 58 poin (0,33%) ke level Rp 17.669 per dolar AS. IHSG sendiri jatuh 111,50 poin (1,7%) ke level 6.429 pada penutupan perdagangan sesi I. Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa IHSG dan rupiah diantisipasi melemah lebih lanjut.
Ikuti DailyFX.ID
