— Harga emas mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin (21/9/2026). Logam mulia ini tertekan oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh The Fed pada akhir tahun.

Di pasar spot, harga emas ditutup turun 0,79% menjadi US$ 4.343,73 per ons troi. Sebelumnya, harga sempat anjlok lebih dari 1% ke level terendah sesi di US$ 4.322,19 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS juga ditutup turun 0,99% ke US$ 4.381 per ons troi.

Penguatan dolar AS terhadap enam mata uang utama melanjutkan tren kenaikannya setelah The Fed memutuskan menaikkan suku bunga pada pekan sebelumnya. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lain.

“Kami melihat masih ada kekhawatiran di kalangan investor bullish mengenai kebijakan moneter AS yang lebih ketat. Hal ini mendorong indeks dolar AS ke level tertinggi lebih dari dua bulan pada Jumat. Faktor-faktor bearish tersebut membebani logam mulia,” ujar Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.

Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 88%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Ekspektasi ini kembali memberikan tekanan bagi emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, emas cenderung kehilangan daya tarik ketika suku bunga tinggi membuat aset berbasis imbal hasil menjadi lebih menarik.

Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran juga turut meningkatkan kekhawatiran inflasi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa bank-bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat.

Presiden The Fed Bank of Minneapolis Neel Kashkari pada Minggu mengatakan bahwa inflasi di AS masih terlalu tinggi di berbagai sektor ekonomi, bukan hanya akibat kenaikan harga minyak.

Tekanan terhadap emas juga terjadi setelah logam mulia ini sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Harga emas kini berada sekitar 17% di bawah level tertinggi sesi pada 27 Februari.

Meskipun demikian, analis TD Securities memperkirakan pelemahan jangka pendek di pasar logam mulia kemungkinan masih terbatas. “Setiap pelemahan jangka pendek di pasar logam mulia akan terbatas pada aksi jual moderat dari Commodity Trading Advisor (CTA), dan semakin dilihat sebagai peluang untuk membeli emas,” tulis analis TD Securities.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot ditutup turun 0,36% menjadi US$ 66,02 per ons. Sementara itu, platinum naik 0,12% menjadi US$ 1.804,49 per ons dan palladium menguat 0,67% menjadi US$ 1.308,14 per ons.