DailyFX.ID — Fenomena iklim El Nino diprediksi akan berlanjut dengan intensitas kuat hingga awal tahun 2027. Kondisi ini berpotensi menyebabkan musim kemarau yang lebih kering dan panjang di Indonesia, yang dapat menurunkan produksi padi dan mengancam pendapatan para petani. Menanggapi potensi tersebut, pemerintah didorong untuk menyiapkan kebijakan khusus guna mendukung kehidupan para petani, salah satunya melalui penyelenggaraan program padat karya.
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Dwi Andreas Santosa, menjelaskan bahwa El Nino diperkirakan akan berlangsung hingga 2027 dan berpotensi berinteraksi dengan monsun. Meskipun El Nino terjadi, Indonesia diprediksi tetap memasuki musim hujan pada Oktober, namun dengan curah hujan yang lebih rendah. “Karenanya, sudah barang tentu dalam menghadapi situasi El Nino yang sedang terjadi sekarang ini maka para petani perlu di-support,” ujarnya.
Andreas mengemukakan bahwa dukungan yang dibutuhkan petani dari pemerintah mencakup dua hal utama: program padat karya dan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Ia menekankan pentingnya penambahan anggaran untuk kedua keperluan tersebut agar petani tetap memiliki pemasukan. “Selain pemberian bahan bakar minyak (BBM) gratis, penyelenggaraan program padat karya bagi petani perlu disiapkan sehingga mereka tetap bisa mendapat atau memiliki pemasukan. Pemerintah mesti menambah anggaran untuk dua keperluan itu,” ungkapnya.
Meskipun El Nino sedang berlangsung, Andreas mencatat bahwa di beberapa wilayah Indonesia masih terdapat sumber air hingga Oktober tahun ini, terutama di dekat sungai-sungai besar. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah juga memadai. Namun, kendala utama bagi petani di wilayah yang masih memiliki sumber air bukanlah pompa, melainkan bahan bakar untuk mengoperasikannya. Oleh karena itu, Andreas menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada pemberian BBM gratis bagi petani ketimbang terus memberikan bantuan pompa. Tujuannya agar petani dapat memanfaatkan sumber air yang ada untuk mengaliri sawah mereka.
Saat diskusi daring CORE Indonesia, Andreas menambahkan bahwa El Nino dapat menghambat aktivitas tanam bagi petani di beberapa daerah, yang berujung pada penurunan pendapatan drastis. “Bisa dilakukan padat karya misalnya, dalam arti pemerintah menyisipkan atau menambah anggaran untuk program-program padat karya agar para petani bisa punya dan mendapat pemasukan,” jelasnya.
Program padat karya dapat diarahkan untuk berbagai kegiatan, seperti perbaikan jalan usaha tani, rehabilitasi saluran irigasi, dan restorasi embung. Mengingat laporan Kementerian Pekerjaan Umum yang menyebutkan lebih dari 50% saluran irigasi dan embung mengalami kerusakan, program padat karya menjadi solusi efektif untuk memberikan pemasukan bagi petani yang kesulitan bercocok tanam akibat kelangkaan air.
Stok Pangan Aman Meskipun El Nino
Di sisi lain, Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Mentan/Kepala Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok pangan nasional dalam negeri sangat aman, bahkan surplus, meskipun Indonesia menghadapi fenomena iklim El Nino. Hal ini dibuktikan dengan dibukanya kembali keran ekspor beras ke Malaysia.
Pengiriman perdana 1.000 ton beras ke Malaysia bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia menjadi penanda bahwa produksi pangan Indonesia kini mencukupi dan melimpah. “Dulu kita pernah ekspor ke Palestina dan Mesir, sekarang ke Malaysia,” ujar Mentan. Ia menambahkan bahwa ekspor beras ini tidak hanya menjadi kado HUT RI, tetapi juga bukti nyata peningkatan produksi pangan nasional yang mampu memenuhi kebutuhan domestik sekaligus menghasilkan surplus untuk pasar internasional.
Pemerintah terus berkomitmen mendorong peningkatan produksi, modernisasi budi daya, penguatan hilirisasi, serta pembukaan akses pasar ekspor. “Ini bukan kerja satu program, tapi orkestrasi besar. Produksi kita naik, ekspor meningkat, impor kita tekan. Artinya, fondasi pertanian kita kian kuat dan mandiri,” tegas Amran. Indonesia, lanjutnya, telah memiliki pengalaman dalam mengatasi dampak El Nino, terutama pada periode 2015-2016.
Ikuti DailyFX.ID
