DailyFX.ID — Analis meyakini bahwa harga emas masih memiliki dukungan fundamental yang kuat meskipun tidak lepas dari tren yang fluktuatif. Para ahli strategi di Wells Fargo Investment Institute memperkirakan adanya potensi kenaikan lebih lanjut harga emas dari level saat ini hingga akhir tahun 2026.
Wells Fargo memproyeksikan penguatan harga emas akan berlanjut hingga mencapai kisaran US$ 4.900 hingga US$ 5.100 per troy ounce. Untuk tahun 2027, bank tersebut memproyeksikan harga emas mencapai US$ 5.400 hingga US$ 5.600 per troy ounce.
Menurut Wells Fargo, dalam jangka pendek, harga emas mendapat momentum dari harapan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh AS. Hal ini telah mendorong kenaikan mingguan harga emas (lebih dari 7%) sejak bulan Januari pada awal Agustus lalu. Selain itu, arus keluar dana dari ETF emas juga telah stabil dan mulai kembali mencatatkan arus masuk positif.
Harga emas sempat tertekan oleh kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS yang disesuaikan dengan inflasi; kondisi ini membuat investasi yang tidak memberikan bunga seperti emas menjadi relatif kurang menarik. Kendati demikian, harga logam mulia tetap mampu mempertahankan ketahanan.
Bank tersebut juga mengatakan, penguatan harga emas akan didukung oleh permintaan yang kuat di kawasan Asia, meskipun harga spot global sempat turun pada paruh pertama tahun ini. Lebih lanjut, emas juga terus didukung oleh kuatnya pembelian oleh bank sentral, yang didorong oleh kekhawatiran terhadap risiko pasar dan ketidakpastian geopolitik.
Selain itu, di tengah inflasi yang terus berlanjut, investor internasional terus mencari aset safe-haven.
Kepala Strategi Ekuitas Global dan Aset Riil di Wells Fargo, Sameer Samana memandang koreksi harga emas baru-baru ini sebagai penyesuaian kembali yang wajar terhadap rasio risiko-imbal hasil.
Namun demikian, para ahli strategi di Wells Fargo juga melihat tren pelemahan harga emas dalam jangka pendek dengan risiko penurunan hingga ke level US$ 3.500, sebelum nantinya menghadapi level resistensi teknis di kisaran US$ 4.500 hingga US$ 4.900 saat harga kembali naik.
Ikuti DailyFX.ID
