DailyFX.ID — PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE) berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan signifikan sebesar 52% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1 triliun pada semester I-2026. Kenaikan ini didorong oleh ekspansi jaringan gerai yang mencapai 377 unit, meningkat 44% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah agresivitas penambahan gerai, perseroan justru mampu meningkatkan profitabilitas. EBITDA FORE melompat 65% yoy menjadi Rp 216 miliar, dengan EBITDA margin yang terkerek naik dari 19,7% menjadi 21,5%. Perbaikan margin ini mencerminkan efisiensi model bisnis FORE seiring peningkatan skala usaha.
Manajemen FORE menjelaskan bahwa pertumbuhan margin didukung oleh operating leverage dari volume penjualan yang lebih tinggi. Pertumbuhan same store sales growth (SSSG) yang resilien turut mendongkrak volume penjualan produk, sehingga meningkatkan persentase nilai penjualan terhadap biaya tetap di level gerai.
Disiplin dalam kualitas ekspansi juga menjadi kunci. Penambahan gerai baru dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan potensi produktivitas lokasi, memungkinkan gerai baru mencapai titik profitabilitas lebih cepat. Tahun ini, FORE menargetkan penambahan 100 gerai baru, terdiri dari 70 gerai Fore Coffee dan 30 gerai Fore Donut, melanjutkan tren positif penambahan 90 gerai baru pada 2025.
Strategi ini menunjukkan pandangan FORE bahwa pertumbuhan jaringan dan peningkatan profitabilitas dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan yang sama.
Keberlanjutan Menjadi Pilar Bisnis
Penguatan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) bukan hanya sekadar kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang FORE untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Komitmen ESG FORE mendapat pengakuan melalui Katadata ESG Index Awards (KESGI) 2026, khususnya Apresiasi Inisiatif Ketenagakerjaan Sektor Makanan & Minuman. Penghargaan ini mengukuhkan upaya FORE dalam memperkuat aspek ketenagakerjaan dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keberlanjutan.
Dari sisi lingkungan, FORE menerapkan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan material daur ulang kemasan menjadi furnitur toko, sekaligus mendukung pelaku industri daur ulang lokal. Dari sisi sosial, perusahaan berfokus pada pemberdayaan tenaga kerja muda melalui Fore Academy & Learning Center serta program komunitas. Investasi pada pengembangan kapabilitas karyawan menjadi kunci menjaga kualitas layanan dan produktivitas operasional.
Dalam tata kelola, FORE memperkuat transparansi pelaporan keberlanjutan sesuai standar POJK dan GRI. Sertifikasi halal untuk Fore Coffee dan Fore Donut menegaskan komitmen terhadap rantai pasok yang aman, higienis, dan inklusif, sekaligus membangun kepercayaan pelanggan dan mitra bisnis.
“Bagi kami, sustainability merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang perusahaan. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya tercermin dari ekspansi jaringan, tetapi juga berjalan seiring dengan penguatan fundamental, pengembangan sumber daya manusia, dan penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan,” ujar Director of Strategy and Corporate Development FORE, Fahmi Rachmattulah, Sabtu (19/9/2026).
Dampak Sosial dan Diversifikasi Merek
Ekspansi gerai FORE juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja. Per awal September 2026, jumlah karyawan mencapai lebih dari 5.600 orang, meningkat dari 4.300 orang pada akhir 2025. Mayoritas karyawan berusia di bawah 30 tahun, sekitar 84% lulusan SMA/SMK, dan 45% adalah perempuan, menunjukkan peran FORE sebagai penyedia lapangan kerja inklusif bagi generasi muda.
Selain Fore Coffee, perseroan terus mengembangkan Fore Donut sebagai sumber pertumbuhan baru. Hingga semester I-2026, jumlah gerai Fore Donut telah mencapai 10 unit, meningkat pesat dari hanya 2 gerai pada akhir 2025, memperkuat portofolio multi-brand FORE sebagai strategi diversifikasi.
FORE berkomitmen melanjutkan strategi ekspansi dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan jaringan, peningkatan profitabilitas, pengembangan SDM, dan penerapan prinsip sustainability. Pendekatan ini menekankan bahwa pertumbuhan sehat bukan hanya soal skala bisnis, tetapi juga memastikan setiap ekspansi memberikan nilai tambah finansial dan dampak positif bagi karyawan, komunitas, serta lingkungan.
Ikuti DailyFX.ID
