DailyFX.ID — Segmen business-to-business (B2B) atau korporasi kini menjadi pasar yang signifikan bagi produsen kendaraan listrik. Kebutuhan armada operasional perusahaan yang menuntut efisiensi biaya dan mobilitas tinggi menjadikan motor listrik pilihan utama.
PT Rentokil Indonesia kembali menambah 80 unit motor listrik Polytron FOX 350 pada 19 September 2026. Penambahan ini menjadikan total motor listrik Polytron yang digunakan perusahaan mencapai 325 unit sejak kerja sama dimulai pada tahun 2024. Armada ini didedikasikan untuk mendukung mobilitas petugas operasional Rentokil di berbagai wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Bali, dan Surabaya.
Human Resources Director Rentokil Indonesia, Budi Santoso, menyatakan bahwa penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian integral dari strategi operasional perusahaan sekaligus agenda keberlanjutan. “Saat ini, Rentokil Indonesia sudah banyak menggunakan kendaraan listrik sekaligus mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan,” ujarnya pada Sabtu (19/09/2026) di Jakarta.
Budi menambahkan bahwa kebutuhan armada terus meningkat seiring pertumbuhan bisnis dan layanan Rentokil yang kini tersebar di lebih dari 48 lokasi di Indonesia. Perusahaan memerlukan kendaraan yang tidak hanya efisien dalam mendukung mobilitas teknisi, tetapi juga mampu menekan biaya operasional. “Para teknisi kami harus memberikan layanan kepada pelanggan, sehingga kami membutuhkan armada transportasi yang efisien dan juga mendukung program sustainability,” katanya.
Efisiensi Menjadi Pertimbangan Bisnis Utama
Selain aspek lingkungan, Rentokil juga menimbang faktor jangkauan, ketahanan, spesifikasi fisik kendaraan, dan layanan purnajual sebelum memutuskan penggunaan armada listrik. “Yang paling penting juga ada after-sales service-nya. Kalau kami sekadar menggunakan kendaraan listrik tetapi kemudian sulit melakukan servis, itu juga akan merugikan,” ucap Budi.
Penggunaan kendaraan listrik terbukti membantu mengurangi beban biaya bahan bakar jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional. Hal ini sejalan dengan target perusahaan untuk mencapai net carbon zero pada tahun 2048.
Dari sisi produsen, Polytron memperkirakan biaya operasional motor listrik dapat jauh lebih rendah dibandingkan motor bensin, terutama untuk penggunaan jarak tempuh tinggi. Untuk model FOX 350, Polytron mengklaim biaya penggunaan dapat turun hingga sekitar 75%, bergantung pada pola pemakaian dan jarak tempuh.
B2B Menjadi Kanal Pertumbuhan Kunci
Penambahan armada oleh Rentokil memperkuat ekspansi Polytron di segmen korporasi. Sebelumnya, pada semester I-2026, Polytron telah memasok lebih dari 500 unit motor listrik kepada PLN UID Jawa Timur dan 72 unit FOX 350 kepada PT Semen Padang.
Polytron melaporkan bahwa basis pengguna motor listriknya telah mencapai hampir 70.000 pengguna, yang meliputi konsumen individu maupun korporasi. Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, menjelaskan bahwa peningkatan penggunaan kendaraan listrik di segmen B2B mencerminkan bertambahnya kebutuhan korporasi akan armada yang efisien dan berbiaya operasional rendah.
Menurut data internal perusahaan, seluruh armada motor listrik Polytron yang beroperasi di Indonesia telah menempuh jarak lebih dari 585 juta kilometer. Penggunaan armada tersebut diklaim telah menekan emisi karbon lebih dari 7,1 juta kilogram CO₂e, setara dengan penanaman sekitar 322.727 pohon dewasa. Angka ini merupakan data internal perusahaan dan belum diverifikasi secara independen.
Ilman menambahkan bahwa Polytron FOX 350 dipilih karena kemampuannya mendukung penggunaan dengan intensitas tinggi. Selain faktor jarak tempuh dan efisiensi energi, kendaraan ini telah lulus uji ketahanan terhadap debu dan air oleh Sucofindo dan mengantongi sertifikasi IP67. Faktor teknis seperti ketahanan baterai dan kemudahan perawatan sangat penting bagi korporasi karena kendaraan digunakan untuk operasional harian.
Rentokil pun menyatakan potensi perluasan penggunaan kendaraan listrik ke wilayah dan kebutuhan operasional lain di Indonesia masih terbuka lebar. Dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas korporasi, pasar B2B berpotensi menjadi pendorong utama pertumbuhan kendaraan listrik roda dua, terutama karena keputusan pembelian perusahaan seringkali didasarkan pada total biaya kepemilikan, efisiensi energi, reliabilitas kendaraan, serta dukungan purnajual yang memadai.
Ikuti DailyFX.ID
