— Bandung, Jawa Barat – Maskapai Garuda Indonesia dan Citilink akan meningkatkan frekuensi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat. Langkah strategis ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi pariwisata Jawa Barat yang dinilai memiliki daya tarik besar.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, menyatakan bahwa kehadiran kedua maskapai di Bandara Husein Sastranegara akan menawarkan layanan yang lebih beragam dan relevan bagi berbagai segmen penumpang. Sinergi ini juga bertujuan untuk memperkuat ekosistem penerbangan terintegrasi dalam Garuda Indonesia Group, yang diharapkan berkontribusi pada konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui kehadiran Garuda Indonesia dan Citilink, kami ingin menghadirkan pilihan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sinergi ini sekaligus memperkuat upaya Garuda Indonesia Group dalam membangun ekosistem penerbangan yang terintegrasi, kompetitif, dan memberikan kontribusi nyata terhadap konektivitas serta pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Glenny dalam keterangan resminya, Minggu (09/08/2026).

Garuda Indonesia dijadwalkan memulai penerbangan langsung rute Bandung–Denpasar pada 14 Agustus 2026. Sementara itu, Citilink akan melayani beberapa rute dari Bandung mulai 17 Agustus 2026. Operasional kedua maskapai ini sejalan dengan selesainya reaktivasi Bandara Husein Sastranegara untuk penerbangan jet komersial, setelah sebelumnya ditutup sejak Oktober 2023.

Glenny menambahkan bahwa pembukaan kembali rute ini merupakan bagian dari transformasi kinerja Garuda Indonesia untuk memastikan setiap rute dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar, kesiapan operasional, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Rute Bandung–Denpasar diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas langsung Jawa Barat dan Bali, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kinerja Garuda Indonesia.

“Pembukaan kembali rute Bandung–Denpasar tidak hanya memperkuat konektivitas langsung Jawa Barat dan Bali, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi kinerja Garuda Indonesia untuk memastikan setiap rute dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar, kesiapan operasional, dan potensi kontribusinya terhadap kinerja Perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Glenny.

Dengan pertumbuhan pariwisata Bali dan Bandung yang konsisten, Glenny melihat adanya ruang signifikan untuk mobilitas antara kedua wilayah. “Sehingga hadirnya penerbangan langsung ini diharapkan akan memberikan kemudahan terutama bagi wisatawan dari Bali untuk eksplor destinasi unggulan Jawa Barat,” pungkasnya. Kehadiran rute baru ini juga diharapkan dapat mendorong arus wisatawan, pelaku usaha, dan produk ekonomi kreatif di kedua wilayah. Selain itu, posisi Bali sebagai gerbang utama penerbangan internasional berpotensi mengoptimalkan trafik wisatawan mancanegara menuju Jawa Barat.

Layani Penerbangan Jet

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports sebelumnya telah menerima persetujuan dari Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) untuk mengoperasikan penerbangan pesawat jet berbadan sedang (narrow body) di Bandara Husein Sastranegara mulai 14 Agustus 2026. Persetujuan ini diberikan setelah InJourney Airports memenuhi seluruh aspek kesiapan operasional yang ditetapkan Kemenhub, mencakup aspek keamanan, keselamatan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan.

Persetujuan tersebut tertuang dalam surat Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor AU.101/17/4/DRJU.DBU-2026 perihal Operasional Pesawat Udara Jet di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad Rizal Pahlevi, mengapresiasi dukungan regulator dan seluruh pemangku kepentingan yang telah berkontribusi pada kesuksesan penerbangan jet di Bandara Husein.

“Optimalisasi penerbangan di Bandara Husein Sastranegara ini akan mengantarkan perjalanan dan menyambut wisatawan dengan fasilitas dan pelayanan terbaik, serta dilengkapi nuansa modern yang berpadu dengan budaya Jawa Barat,” ujar Mohammad Rizal Pahlevi. Bandara ini kini dilengkapi 26 konter check-in, mesin self check-in kiosk, serta alat pemeriksaan keamanan di titik security check point (SCP). Untuk area kedatangan, tersedia tiga unit conveyor belt dan public transport outlet.

Selain Garuda Indonesia dan Citilink, maskapai lain seperti Super Air Jet, Transnusa, Scoot (Singapura), dan Wings Air juga telah menyatakan minat untuk terbang dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, sebelumnya menyatakan bahwa kajian operasional dan safety assessment telah selesai sebagai dasar reaktivasi bandara.

“Kami telah menyiapkan dua skenario. Skenario pertama ditargetkan mulai melayani pesawat jet sebelum 17 Agustus 2026, sedangkan skenario kedua ditargetkan mencapai operasional penuh pada 17 September 2026. Seluruh proses tersebut harus tetap mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, pelayanan dan kepatuhan terhadap regulasi penerbangan sipil,” ungkap Dirjen Lukman. Koordinasi dan pengawasan akan terus dilakukan bersama PT Angkasa Pura Indonesia, TNI Angkatan Udara, serta seluruh pemangku kepentingan terkait, mengingat operasional Bandara Husein Sastranegara bersifat shared use.

Bandara Husein Sastranegara memiliki karakteristik khusus dengan landas pacu sepanjang 2.220 x 45 meter dan merupakan bandar udara yang digunakan bersama dengan TNI Angkatan Udara.

Potensi Pariwisata Meningkat

Analis penerbangan independen, Gatot Rahardjo, menilai bahwa penambahan penerbangan ke Bandara Husein Sastranegara tidak hanya menambah pilihan penerbangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu memicu aktivitas pariwisata di Bandung dan Jawa Barat. “Tentu hal ini kita harapkan mampu memicu pertumbuhan pariwisata di wilayah Bandung dan sekitarnya. Harapannya akan ada kegiatan pariwisata melalui promosi perjalanan yang terjangkau bagi turis lokal dan mancanegara,” ujarnya kepada Investor Daily.

Gatot menambahkan bahwa pembukaan penerbangan ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan pariwisata di Bandung dan sekitarnya. Ia membandingkan dengan Bali dan Yogyakarta yang telah berhasil menarik perhatian internasional. “Dengan dibukanya penerbangan dari dan menuju Bandara Husein Sastranegara kita harapkan ada destinasi baru yang menjadi tujuan wisata baru bagi turis lokal dan asing,” pungkasnya.