DailyFX.ID — JAKARTA – Bank sentral Ghana mengambil langkah strategis untuk memperkuat cadangan devisa dengan memprioritaskan akumulasi emas domestik. Kebijakan ini sejalan dengan tren global di mana bank sentral terus menambah simpanan emas mereka.
Sejak Agustus 2026, Ghana, melalui lembaga pembeli negara GoldBod, menghentikan ekspor emas. Keputusan ini bertujuan untuk mengamankan pasokan emas sebagai bagian penting dari cadangan aset bank sentral. Langkah ini diambil di tengah perlunya menyeimbangkan kondisi domestik yang stabil dengan ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah dan kenaikan harga minyak.
Gubernur bank sentral Ghana, Johnson Asiama, menyatakan bahwa melemahnya transaksi berjalan, penurunan cadangan, dan penghentian ekspor emas menuntut evaluasi ulang terhadap bantalan cadangan. Hal ini penting menjelang peningkatan permintaan valuta asing yang biasanya terjadi pada kuartal keempat setiap tahun.
Cadangan emas Ghana tercatat menurun menjadi 24,4 metrik ton pada Juni 2026, dari 33 ton setahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penjualan emas pada tahun 2025 dan target pembelian dari perusahaan tambang skala besar yang belum tercapai.
Melalui program pembelian emas domestik, GoldBod mengumpulkan produksi emas lokal untuk tujuan ekspor dan akumulasi cadangan. Sebagian dari emas batangan tersebut dialihkan kepada bank sentral untuk memperkuat cadangan devisa dan menstabilkan nilai tukar mata uang cedi.
Sebagai upaya tambahan, pada Mei 2026, Ghana menaikkan porsi produksi tahunan yang wajib dijual oleh perusahaan tambang emas skala besar kepada bank sentral. Porsi ini naik menjadi 30%, dari sebelumnya 20%, guna meningkatkan cadangan aset negara.
“Memulihkan cadangan memang akan menjadi prioritas utama bagi bank sentral dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Asiama, menegaskan komitmen Ghana untuk memperkuat posisi finansialnya melalui strategi penguatan cadangan emas.
Ikuti DailyFX.ID
