— Harga batu bara global menunjukkan tren pelemahan pada perdagangan Senin (21/9/2026). Penurunan ini dipicu oleh indikasi perlambatan laju impor China, salah satu pasar utama komoditas energi ini. Khususnya, impor batu bara dari Indonesia tercatat anjlok 18% secara tahunan pada bulan Agustus.

Data perdagangan mencatat variasi pergerakan harga. Kontrak batu bara Newcastle untuk September 2026 sedikit menguat US$ 0,05 menjadi US$ 144,05 per ton. Namun, kontrak Oktober 2026 mengalami penurunan US$ 0,9 ke level US$ 142,35 per ton, dan kontrak November 2026 ambles US$ 1,35 menjadi US$ 144,75 per ton.

Sementara itu, di pasar Rotterdam, kontrak September 2026 menguat tipis US$ 0,25 menjadi US$ 137,3 per ton. Perdagangan untuk kontrak Oktober 2026 justru anjlok US$ 2,25 menjadi US$ 134,25 per ton, dan kontrak November 2026 merosot US$ 3 menjadi US$ 134,5 per ton.

Impor China Melambat Akibat Penurunan Pasokan Indonesia

Laporan yang mengutip EnergyWorld menyebutkan bahwa impor batu bara China mengalami pelemahan pada Agustus 2026. Perlambatan ini berkaitan erat dengan penurunan pasokan yang berasal dari Indonesia. Secara total, China mengimpor 42,09 juta ton batu bara pada bulan tersebut, yang berarti turun 2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan 4% jika dibandingkan dengan bulan Juli.

Berdasarkan data Administrasi Umum Kepabeanan China yang dilaporkan Reuters, penurunan volume impor ini terjadi setelah adanya perubahan signifikan dalam pembelian dari beberapa pemasok utama. Indonesia, sebagai pemasok terbesar bagi China, hanya mengirimkan 14,42 juta ton batu bara pada Agustus. Angka ini menunjukkan penurunan 18% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Impor Kumulatif Tetap Terjaga

Meskipun terjadi pelemahan pada impor bulanan, China secara keseluruhan masih mencatat pertumbuhan positif dalam pembelian batu bara selama delapan bulan pertama tahun 2026. Total impor dari Januari hingga Agustus mencapai 310,19 juta ton, yang merupakan kenaikan 3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pasokan dari Rusia dan Mongolia Meningkat

Di tengah tren penurunan impor secara umum, pasokan batu bara dari beberapa negara justru menunjukkan peningkatan. Impor batu bara China dari Rusia tercatat naik 13% secara tahunan menjadi 9,20 juta ton pada Agustus. Pasokan dari Mongolia juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 17% menjadi 9,81 juta ton.

Selain itu, impor dari Australia juga terpantau meningkat sebesar 5%, mencapai 7,02 juta ton. Namun, jika dilihat secara kumulatif dari Januari hingga Agustus, impor dari Indonesia mencapai 120,69 juta ton, mengalami sedikit penurunan 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor dari Mongolia melonjak drastis 49% menjadi 78,38 juta ton. Pengiriman dari Rusia tercatat turun 11% menjadi 53,12 juta ton, dan dari Australia turun 2% menjadi 48,07 juta ton.