DailyFX.ID — Harga emas yang terus melonjak membuat permintaan perhiasan di China mengalami penurunan signifikan. Pada semester pertama tahun 2026, konsumsi perhiasan emas di negara tersebut ambruk hingga 34%, mencapai 132 ton. Data dari China Gold Association mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang masih menghadapi tekanan turut memperburuk situasi ini.
Menyikapi penurunan permintaan domestik, produsen perhiasan emas China kini mulai mengalihkan fokus mereka ke pasar internasional, terutama India dan Timur Tengah. Chief Executive Officer World Gold Council (WGC) China, Wang Lixin, menekankan pentingnya perusahaan perhiasan China untuk meningkatkan nilai produk mereka melalui inovasi desain dan teknologi.
“Pembeli luar negeri secara historis mencari pemasok yang lebih murah untuk desain yang sudah ada. Namun sekarang perusahaan China perlu menambah nilai melalui desain dan teknologi,” ujar Wang, seperti dikutip dari South China Morning Post.
Strategi baru ini terlihat jelas dalam ajang Jewellery & Gem World Hong Kong, di mana pengunjung dari Timur Tengah dan India menjadi kelompok pembeli terbesar. Mereka menunjukkan minat tinggi terhadap produk perhiasan baru yang mengadopsi teknologi pengolahan emas mutakhir dari China, termasuk teknik hard pure gold yang memungkinkan pembuatan perhiasan lebih tipis namun tetap keras tanpa menambah jumlah emas yang digunakan.
Pasar India Lampaui China
Penurunan konsumsi perhiasan di China terjadi bersamaan dengan perkembangan pesat di pasar India. World Gold Council mencatat bahwa India telah berhasil melampaui China sebagai pasar perhiasan emas terbesar di dunia pada kuartal kedua tahun 2026. Selama periode April hingga Juni 2026, India menyumbang sekitar 27% dari total permintaan perhiasan emas global.
Sementara itu, konsumen di China justru menunjukkan pergeseran preferensi ke arah pembelian emas untuk tujuan investasi. Data China Gold Association mengonfirmasi peningkatan konsumsi koin dan emas batangan sebesar 28% secara tahunan, mencapai 339 ton pada semester pertama 2026.
Wang Lixin dari WGC menilai bahwa pasar domestik China saat ini sedang berada dalam fase penyesuaian dan transisi. Ia memprediksi tantangan dalam sektor ini kemungkinan masih akan berlanjut akibat kombinasi tingginya harga emas dan kondisi ekonomi yang belum stabil.
World Gold Council aktif memfasilitasi kolaborasi antara pedagang grosir dari Timur Tengah dengan produsen perhiasan di Shenzhen, serta mendukung kunjungan peritel dari India ke China. Yuehao Jewellery, sebuah produsen perhiasan di Shenzhen yang telah berdiri sejak 1926, juga melaporkan peningkatan minat dari pembeli Timur Tengah dan India. Perusahaan ini bahkan telah mengembangkan dua seri produk ‘black gold’ untuk pasar Jepang menggunakan teknik elektroplating dan oksidasi.
Ikuti DailyFX.ID
