DailyFX.ID — JAKARTA – Pembentukan Indonesia Commodity Exchange (ICOMEX) dinilai berpotensi menjadi katalis struktural bagi PT Timah Tbk (TINS). Hal ini terutama melalui peningkatan transparansi dan efisiensi dalam perdagangan komoditas timah nasional.
Kehadiran bursa komoditas ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme pembentukan harga atau price discovery yang lebih jelas untuk industri timah domestik. Pengamat pasar modal, Hendra Wardana, menyatakan bahwa rencana timah menjadi salah satu komoditas awal yang diperdagangkan melalui ICOMEX pada Januari 2027 dinilai relevan bagi TINS sebagai pemain utama di industri ini.
“Kondisi tersebut dinilai relevan bagi TINS sebagai salah satu pemain utama industri timah nasional,” kata Hendra di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Ia menambahkan bahwa manfaat ICOMEX tidak hanya terbatas pada penyediaan tempat perdagangan baru, tetapi juga potensi peningkatan transparansi harga, likuiditas transaksi, serta perluasan basis pelaku pasar.
Dengan mekanisme perdagangan yang lebih terbuka, pelaku industri akan memiliki acuan harga yang lebih jelas untuk bertransaksi. Dalam jangka menengah hingga panjang, kondisi ini berpotensi membantu TINS mengoptimalkan strategi penjualannya dan meningkatkan efisiensi perdagangan. Namun, Hendra mengingatkan bahwa dampak langsung terhadap pendapatan dan laba TINS tidak otomatis terjadi segera setelah ICOMEX beroperasi.
“Keberhasilan katalis tersebut akan bergantung pada volume transaksi, jumlah peserta pasar, dan tingkat likuiditas yang terbentuk,” jelas pendiri Republik Investor tersebut. Prospek TINS tetap dipengaruhi oleh faktor fundamental industri timah global, termasuk pergerakan harga timah dunia, permintaan dari sektor elektronik dan teknologi, kondisi pasokan, volume produksi, biaya penambangan, serta kebijakan pemerintah terkait pertambangan dan ekspor.
Rekomendasi dan Target Harga Saham TINS
Dari sisi saham, Hendra melihat ICOMEX dapat memberikan narasi baru bagi prospek saham TINS. Selama ini, pergerakan saham TINS cenderung dipengaruhi oleh siklus harga timah global dan ekspektasi produksi perusahaan.
“Dari sisi daya tarik saham, ICOMEX berpotensi memberikan cerita baru bagi investor TINS,” tutur Hendra. Ia menilai posisi saham TINS saat ini berada pada fase yang menarik karena secara teknikal telah memasuki area resistance. Setelah mengalami kenaikan, saham dinilai wajar memasuki fase konsolidasi untuk membangun momentum sebelum kembali menguji level tertinggi.
Hendra menyebut TINS masih menarik untuk strategi trading buy atau speculative buy dengan target psikologis di level Rp 5.000. Sementara itu, batas risiko atau stop loss ditempatkan pada level Rp 4.500. Peluang penguatan saham TINS tetap terbuka jika terjadi breakout yang disertai peningkatan volume transaksi. Meski demikian, investor tetap perlu mencermati risiko volatilitas harga timah global, biaya operasional, produksi, kebijakan pertambangan, hingga kemampuan ICOMEX dalam membangun likuiditas pasar.
Ikuti DailyFX.ID
