— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan signifikan pada perdagangan sesi I Selasa (11/8/2026), anjlok sebesar 55,46 poin atau 0,87% ke level 6.309,9. Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam rentang 6.291 hingga 6.388.

Di tengah sentimen negatif yang menekan IHSG, justru terdapat lima saham yang berhasil mencatatkan keuntungan besar dan memimpin daftar top gainers. Bahkan, beberapa di antaranya berhasil menyentuh batas auto rejection atas (ARA), menunjukkan lonjakan harga yang luar biasa.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa pada sesi I, sebanyak 20,91 miliar lembar saham telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 7,84 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.229.198 transaksi.

Secara keseluruhan, 160 saham tercatat mengalami kenaikan harga, sementara 466 saham diperdagangkan menurun, dan 162 saham lainnya stagnan. Saham-saham blue chip yang tergabung dalam indeks LQ45 juga tidak luput dari tekanan, tercatat jatuh sebesar 0,94%.

Hampir seluruh sektor saham mengalami pelemahan pada penutupan sesi I. Sektor perindustrian memimpin penurunan dengan ambles 2,09%, diikuti oleh sektor barang konsumsi non primer sebesar 1,49%, sektor properti 1,16%, sektor energi 1,1%, dan sektor keuangan 0,85%. Hanya sektor kesehatan yang berhasil mencatat penguatan tipis sebesar 0,11%.

Pergerakan indeks saham mayoritas di bursa Asia juga cenderung melemah. Indeks Shanghai di China turun 0,19% dan Hang Seng di Hong Kong jatuh 0,62%. Sementara itu, Straits Times di Singapura menunjukkan penguatan sebesar 0,69%, sedangkan Nikkei di Jepang libur.

Saham-Saham Top Gainers

Meskipun IHSG tertekan, lima saham berhasil menunjukkan performa cemerlang dan memimpin daftar top gainers. Harga saham-saham ini melonjak antara 16% hingga 24%.

Salah satu saham yang berhasil mencapai batas auto rejection atas (ARA) adalah PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR). Harga saham STAR melonjak 24,7% ke level Rp 414.

Saham lain yang juga mencatat kenaikan signifikan adalah PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang melesat 21,26% ke Rp 770, dan PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) yang meningkat 20,71% ke Rp 169.

Selanjutnya, saham PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menanjak 17,03% ke Rp 426, dan PT Wijaya Karya Bangununan Gedung Tbk (WEGE) naik 16% ke Rp 58.

Sebaliknya, dua saham tercatat sebagai top losers karena jatuh paling parah hingga membentur batas auto rejection bawah (ARB). PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) ambles 14,94%, sementara PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) anjlok 14,5% ke Rp 560.