DailyFX.ID — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguji kekuatan di level 6.400 pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Prediksi ini muncul setelah indeks bursa saham utama Indonesia tersebut berhasil menguat pada hari sebelumnya. IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak dalam rentang resistance 6.400, dengan titik pivot di 6.300, dan level support di 6.200.
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas mengamati bahwa IHSG masih bergerak di bawah rata-rata pergerakan 5 hari (moving average/MA 5). Namun, indikator Stochastic Relative Strength Index (RSI) dilaporkan telah memasuki area oversold. “Dengan demikian, IHSG hari ini berpotensi bergerak di level 6.300-6.400,” demikian tertulis dalam riset Phintraco Sekuritas yang dirilis pada Kamis (24/9/2026).
Phintraco Sekuritas juga memberikan peringatan bahwa jika IHSG menembus level 6.300, indeks diperkirakan akan kembali menguji area 6.200-6.270. Analisis ini mempertimbangkan berbagai sentimen domestik, termasuk keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 23 September 2026 yang mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%. Keputusan serupa juga berlaku untuk Deposit Facility Rate dan Lending Facility Rate yang masing-masing tetap di level 4,75% dan 6,5%.
Menurut Phintraco Sekuritas, keputusan Bank Indonesia ini menunjukkan perhatian serius terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Kebijakan tersebut juga diarahkan untuk menjaga inflasi tetap dalam sasaran yang ditetapkan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, Bank Indonesia telah menaikkan BI Rate secara bertahap sebanyak 100 basis poin pada Mei dan Juni 2026, mencapai level 5,75%, yang merupakan tertinggi sejak April 2025. Langkah ini diambil antara lain untuk menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik dan memperkuat nilai tukar Rupiah.
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas mencermati pertumbuhan kredit perbankan yang tercatat mencapai 13,36% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada Agustus 2026. Meskipun terjadi perlambatan tipis dibandingkan angka 13,58% pada Juli, pertumbuhan ini merupakan yang terkuat sejak Agustus 2014.
Tren positif pertumbuhan kredit ini didukung oleh optimalisasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dikeluarkan oleh BI. Nilai insentif KLM dilaporkan mencapai Rp 461,2 triliun pada awal September.
Dalam kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham untuk masuk dalam radar perdagangan hari ini. Kelima saham tersebut adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Ikuti DailyFX.ID
