— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Hal ini terjadi setelah IHSG ditutup merosot 1,2% ke level 6.298 pada Kamis (24/9/2026), dengan sektor barang baku menjadi penekan utama.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 6.250 dan resistance 6.390. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan imbal hasil obligasi US Treasury yang terus berlanjut, memberikan tekanan pada pasar saham global.

Pasar saham Amerika Serikat, termasuk Dow Jones dan S&P 500, terpantau melemah. Mayoritas pasar saham di Eropa dan Asia juga mengalami koreksi. Kenaikan imbal hasil obligasi US Treasury, yang mencapai level tertinggi sejak 2004 untuk tenor 30 tahun (5,5%) dan tertinggi sejak 2007 untuk tenor 10 tahun (5,21%), turut mempengaruhi imbal hasil obligasi negara lain.

Kenaikan imbal hasil obligasi global yang rata-rata mencapai 4% ini membuat banyak pelaku pasar melakukan aksi jual terhadap obligasi negara utama. Imbal hasil obligasi Jepang juga terpengaruh, dengan tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 1996.

Di tengah tekanan global tersebut, OECD merevisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,2% pada 2026 dan 5,1% pada 2027. Proyeksi ini lebih tinggi dari pertumbuhan global dan didukung oleh permintaan domestik yang kuat serta kebijakan pemerintah.

Namun, OECD juga mengingatkan adanya risiko dari kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah dan potensi gangguan pangan akibat fenomena El Niño. Inflasi Indonesia diproyeksikan sebesar 3,3% pada 2026 dan 3% pada 2027.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa revisi proyeksi pertumbuhan OECD menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan di atas 5% berpotensi menjaga momentum investasi, meski risiko eksternal tetap perlu diwaspadai.

Meskipun prospek domestik relatif solid, tekanan eksternal dapat memengaruhi ruang pertumbuhan. Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham ENRG, SSIA, dan TAPG untuk perdagangan Jumat (25/9/2026).