DailyFX.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026. Penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street, kenaikan harga komoditas, serta aksi beli investor asing menjadi sentimen positif utama yang diperkirakan akan mendorong pergerakan pasar.
Namun, pengumuman rebalancing MSCI berpotensi memberikan sentimen negatif bagi IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan level support di kisaran 6.280-6.185 dan level resist di 6.470-6.560.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat. Hal ini sejalan dengan ekspektasi pasar terhadap data inflasi Juli dan penguatan saham sektor teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan.
Berdasarkan data dari Biro Ketenagakerjaan Amerika, inflasi Juli tercatat naik 0,1% month-on-month (mom), berbanding terbalik dengan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi 0,4% mom. Secara tahunan, inflasi naik 3,4% year-on-year (yoy), lebih rendah dari Juni yang sebesar 3,5% yoy. Inflasi inti, yang tidak memasukkan komponen harga energi dan makanan, tercatat naik 0,2% mom dan 2,5% yoy, sedikit lebih tinggi dari sebelumnya yang sebesar 0% mom dan 2,6% yoy.
Meskipun demikian, kenaikan inflasi umum maupun inti sejalan dengan ekspektasi pasar. Hal ini meningkatkan peluang suku bunga acuan tetap ditahan pada pertemuan September mendatang.
Untuk perdagangan Kamis (13/8/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi saham untuk trading, yaitu HRTA, PSAB, ARCI, TINS, ADMR, dan BFIN.
Ikuti DailyFX.ID
