— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat terbatas pada perdagangan Selasa, 22 September 2026. Prediksi ini muncul setelah IHSG ditutup melemah 0,88% atau 56,43 poin ke level 6.384 pada Senin (21/9/2026). Sektor transportasi menjadi penggerak positif dengan kenaikan 0,55%, sementara sektor infrastruktur mengalami pelemahan terdalam 1,38%.

Pilarmas Investindo Sekuritas dalam ulasannya pada Selasa (22/9/2026) menyatakan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi menguat dengan level support 6.320 dan resistance 6.535.

Sentimen positif global turut mempengaruhi prospek pasar. Penurunan harga minyak selama empat hari terakhir, yang dipicu meredanya kekhawatiran pasokan dari Timur Tengah, menjadi salah satu faktornya. Harga minyak WTI tercatat di level US$ 95,29 per barel dan Brent di kisaran US$ 100,34 per barel. Peningkatan volume pengiriman minyak dari Teluk Persia mengindikasikan Arab Saudi telah mengalihkan ekspor kembali ke Selat Hormuz.

Perang antara Amerika Serikat dan Iran, serta gangguan pada infrastruktur energi Rusia dan Ukraina, sebelumnya telah mendorong kenaikan harga minyak lebih dari 60% tahun ini. Meskipun demikian, pidato terbaru Amerika Serikat yang menyatakan keterbukaan dialog dengan Iran dinilai kurang memberikan dampak positif mengingat masih adanya serangan timbal balik.

Penurunan harga minyak memberikan sentimen positif bagi pasar. Selain itu, pertemuan antara pejabat Amerika Serikat dan Tiongkok di New York dinilai optimis terkait pembicaraan isu kecerdasan buatan (AI), perdagangan, dan investasi. Pertemuan ini memperkuat hubungan kedua negara menjelang pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping.

Pejabat Tiongkok, Li Chenggang, menyatakan pembicaraan berjalan sangat baik, sementara Bessent menyebut pertemuan tersebut sukses. Beberapa jam setelahnya, Tiongkok mengumumkan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September, menandai kunjungan pertama Xi Jinping sejak 2015.

Perkembangan positif ini tercermin pada bursa saham global. Dow Jones ditutup menguat 0,71%, S&P 500 menanjak 1,49%, bursa Eropa mayoritas ditutup positif, dan bursa Asia Pasifik juga menunjukkan tren penguatan. Pelemahan IHSG di tengah penguatan bursa regional menjadi catatan tersendiri.

Di dalam negeri, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menantikan pertemuan Bank Indonesia yang dijadwalkan besok. Imbal hasil obligasi dunia yang cenderung menurun juga memberikan dampak positif bagi investor obligasi. Pilarmas memperkirakan IHSG dan pasar obligasi domestik dapat menguat meskipun terbatas.

Program Percepatan Bioetanol E20-E50

Pemerintah Indonesia mempercepat pengembangan bioetanol melalui program E20, yang ditargetkan tercapai dalam dua tahun ke depan, dan selanjutnya menuju E50. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkirakan program ini dapat menciptakan hingga 8 juta lapangan kerja permanen.

Untuk mendukung program E20, Kementerian Pertanian menyiapkan 2 juta hektare lahan baru yang akan ditanami tebu, jagung, dan singkong sebagai bahan baku utama. Pemerintah mengidentifikasi ketersediaan sekitar 20 juta hektare lahan, dengan opsi pembukaan hutan sebagai langkah terakhir.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan pengembangan E50 akan merujuk pada keberhasilan program B50 dalam mengurangi impor solar. Saat ini, konsumsi bensin dan solar nasional masing-masing mencapai sekitar 39-40 juta kiloliter per tahun.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai pengembangan bioetanol melalui program E20 hingga E50 berpotensi menjadi katalis positif bagi sektor agrikultur, energi terbarukan, dan industri hilir. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM).

Penyiapan lahan seluas 2 juta hektare untuk bahan baku bioetanol diperkirakan akan meningkatkan permintaan komoditas tersebut dan membuka peluang investasi pada rantai pasok biofuel. Dari sisi ekonomi, target penciptaan 8 juta lapangan kerja diharapkan memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Namun, keberhasilan implementasi program E20 hingga E50 akan sangat bergantung pada ketersediaan bahan baku, produktivitas lahan, infrastruktur pengolahan, serta keberlanjutan pasokan. Pilarmas memperkirakan percepatan program ini dapat menjadi sentimen positif bagi emiten yang memiliki eksposur pada sektor tebu, jagung, singkong, energi terbarukan, dan infrastruktur pendukung biofuel. Manfaat nyata akan sangat bergantung pada kejelasan peta jalan dan kebijakan implementasi pemerintah.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan saham BULL, COIN, dan BIPI untuk trading pada perdagangan Selasa (22/9/2026).